5 Fakta Menarik Harajuku yang Disebut Pusat Street Fashion Jepang

AKURAT.CO Citayam Fashion Week (CFW) terus menjadi perbincangan utama sejumlah warganet. Bahkan, beberapa waktu lalu, CFW sempat diulas oleh salah satu media di Jepang, Tokyo Fashion, melalui Twitter. Media fashion tersebut menyorot fenomena CFW sebagai salah satu awal kemunculan dari fenomena mode yang juga terjadi di Jepang, yang lebih banyak dikenal dengan nama Harajuku street fashion.
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait kawasan Harajuku.
1. Sebuah kawasan tidak resmi di Tokyo
Harajuku merupakan sebuah kawasan tidak resmi alias tidak tercatat secara administratif. Harajuku adalah sebutan populer dari sebuah kawasan yang terletak di sekitar Stasiun Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo, Jepang. Kawasan ini mulai terkenal karena banyaknya anak muda yang berkumpul dengan mengenakan pakaian nyentrik dan mencolok.
2. Tempat berkembangnya subkultur
Penggunaan nama Harajuku dimulai pada tahun 1980-an. Fenomena ini mulai menjadi perbincangan setelah subkultur Takenoko-zoku berkembang di sekitar wilayah ini. Hingga kini, kawasan ini dikenal sebagai tempat fesyen anak muda di Jepang. Bahkan, anak sekolah dari berbagai pelosok Jepang kerap memasukkan Harajuku sebagai salah satu tujuan studi wisata di Tokyo.
3. Diawali dari orang yang ingin melihat Takenoko-zoku
Takenoko-zoku mulai muncul di sekitar pertengahan 1970-an hingga pertengahan 1980-an. Takenoko-zoku adalah sebuah tarian yang dilakukan oleh kelompok anak muda, didominasi oleh perempuan namun dipimpin laki-laki, dengan mengenakan pakaian berwarna-warni dan mencolok. Tariannya pun dikenal sangat khas. Di era ini, tarian ini hanya dilakukan oleh anak muda di sekitar wilayah asli Harajuku. Namun, karena semakin populer, banyak orang yang rela datang ke daerah Harajuku hanya untuk melihat penampilan tarian ini.
4. Jadi kawasan penting di Zaman Meiji
Wilayah Harajuku awalnya merupakan kawasan penting yang menghubungkan Tokyo dan area sekitarnya. Hingga akhirnya, pada tahun 1970-an, kawasan ini semakin ramai setelah dibukanya department store. Seiring dengan semakin banyaknya orang yang datang untuk menonton para Anon-zoku, kawasan ini pun ditetapkan sebagai kawasan khusus pejalan kaki. Setelahnya, berbagai butik merek terkenal dunia pun terus berkembang di wilayah ini.
5. Harajuku fashion style
Lebih dulu berkembang dari Citayam Fashion Week, Harajuku bahkan telah memiliki fashion style tersendiri. Beberapa di antaranya adalah Cosplay atau Costume Play, Lolita, Punk, Gyaru, Ganguro, Yamanba, hingga Visual Kei. Setiap gaya tersebut memiliki komunitas tersendiri di wilayah Harajuku ini.
Itulah sederet fakta terkait Harajuku yang telah memiliki fashion style dengan ciri khas pakaian nyentrik dan mencolok.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian
- 10Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas



