Akurat

Wapres AS Kamala Harris Positif Covid-19, Seperti Apa Kondisinya?

| 27 April 2022, 14:47 WIB
Wapres AS Kamala Harris Positif Covid-19, Seperti Apa Kondisinya?

AKURAT.CO Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa (26/4) setelah pulang dari perjalanan seminggu ke California.

"Hari ini saya dinyatakan positif Covid-19. Saya tak bergejala, tapi akan terus mengisolasi dan mengikuti pedoman CDC. Saya bersyukur telah divaksin dan disuntik booster," twitnya pada Selasa (27/4) siang, dilansir dari CNN.

Harris tiba di Gedung Putih pada Selasa (26/4) pagi dan langsung menjalani tes PCR dan tes cepat. Setelah hasil keduanya menunjukkan positif, ia pulang ke kediamannya di Naval Observatory untuk isolasi diri.

"Wapres akan mengisolasi diri dan terus bekerja dari kediaman wakil presiden. Ia belum berkontak dekat dengan Presiden atau Ibu Negara karena jadwal perjalanan masing-masing baru-baru ini. Ia akan mengikuti pedoman CDC dan saran dari dokternya. Wapres akan kembali ke Gedung Putih jika hasil tesnya sudah negatif," terang Kirsten Allen.

Ia akan diobati dengan obat antivirus Paxlovid. Paxlovid telah diotorisasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk pengobatan Covid-19 ringan hingga sedang pada orang berusia 12 tahun ke atas yang berisiko tinggi sakit parah. Obat ini butuh resep dokter.

Secara terpisah, seorang pejabat mengatakan kalau Harris terakhir bertemu Presiden AS Joe Biden pada 18 April. Wanita itu lantas meninggalkan Washington menuju California sore itu juga dan baru kembali pada Senin (25/4) malam.

Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki, Biden terakhir dites negatif Covid-19 pada Senin (25/4).

Saat berada di California pekan lalu, Harris mengadakan acara tentang masalah portofolio. Di San Fransisco pada Kamis (21/4), ia menyoroti krisis kesehatan ibu-ibu kulit hitam dalam acara yang diadakan di dalam ruangan. Selama acara tersebut, wanita 57 tahun itu berbicara dengan ibu hamil dan penyedia layanan kesehatan tanpa mengenakan masker. Masker memang direkomendasikan, tetapi tak lagi wajib di sebagian besar ruang publik di kota tersebut.

Selama akhir pekan sebelum kembali ke ibu kota AS, Harris tak mengadakan acara publik. Ia lantas dijadwalkan menerima laporan intelijen pada Selasa (26/4) pukul 10.15 di Gedung Putih bersama Biden.

Menurut seorang pejabat Gedung Putih, pelacakan kontak sedang berlangsung. Namun, hingga Selasa (26/4) sore, kantor belum mengidentifikasi kontak dekat di antara staf.

Sesuai dengan pedoman kesehatan masyarakat federal, pejabat dan pengunjung tak wajib memakai masker atau menjaga jarak di acara-acara besar Gedung Putih. Meski acaranya dalam ruangan yang ramai, masker tetap opsional dan para pejabat tak menggunakan masker di depan umum.

Psaki pun tak berpikir Gedung Putih akan menerapkan protokol Covid tambahan setelah Harris positif Covid-19.

"Sudah ada tes rutin. Jelas, Wapres dites pagi ini saat tes rutin tersebut. Bagi kami semua, siapa pun yang akan berada di sekitar Presiden, bepergian bersamanya, atau menemuinya di Kantor Oval, dites hari itu. Bahkan, meski Anda tak akan bertemu dengannya, Anda tetap mengikuti tes rutin di sekitar sini," tutur Psaki.

Psaki juga mengungkapkan kalau sejumlah staf Gedung Putih telah mengambil langkah tambahan untuk menjaga jarak sosial jika memungkinkan dan memakai masker atas kemauan mereka sendiri. Presiden pun tetap akan menghadiri sejumlah acara penting pekan ini, termasuk Makan Malam Koresponden Gedung Putih dan peringatan untuk mantan Wakil Presiden Walter Mondale di Minneapolis.

Meski begitu, otoritas mengakui ada kemungkinan Biden pada akhirnya tertular Covid-19. Namun, mereka telah menekankan tindakan pencegahan untuk mencegah infeksi.

"Intinya, beliau telah divaksin dan disuntik booster. Beliau terlindungi dengan sangat baik. Beliau punya protokol yang sangat baik di sekelilingnya untuk melindunginya dari infeksi. Tapi tak ada yang 100 persen," tandas koordinator respons Covid-19 Gedung Putih Dr. Ashish Jha.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.