Akurat Logo

Tambang Emas Burkina Faso Meledak, 60 Tewas dan Puluhan Terluka

Bani Maryanto | 23 Februari 2022, 09:54 WIB
Tambang Emas Burkina Faso Meledak, 60 Tewas dan Puluhan Terluka

AKURAT.CO, Enam puluh orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah ledakan terjadi di sebuah tambang emas darurat di sebuah desa di barat daya Burkina Faso.

Seorang saksi mata mengungkap ledakan terjadi di sebuah pasar yang ada di lokasi penambangan. Dikatakan di dalam pasar itu, tersimpan dinamit yang telah terbakar.

"Ada mayat berserakan di mana-mana. Ledakan itu berhasil menumbangkan pohon dan meruntuhkan rumah," kata sumber pengadilan kepada Reuters, seperti dikutip BBC.

Dampak fatal ledakan juga diutarakan oleh media lokasi RTB TV, dengan penyiarnya menggambarkan ledakan telah menghancurkan 'semua yang ada di jalurnya'.

Puluhan orang yang terluka, sementara itu, dilaporkan telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Diperkirakan wanita dan anak-anak termasuk di antara korban, kantor berita AFP melaporkan.

Investigasi atas ledakan baru dibuka pada Senin (21/2) waktu setempat. Penyelidikan diluncurkan usai jaksa wilayah mengunjungi tempat kejadian, yang terletak di dekat kota Gaoua.

Hingga kini belum ada konfirmasi lanjutan soal pemicu ledakan. Namun, dalam kasus ini, satu orang telah ditangkap, dan ditahan untuk diinterogasi.

Menurut kantor berita Burkina Faso, AIB, tambang emas tersebut telah ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Banyak penambang yang berada di lokasi adalah orang-orang terlantar dari tempat lain di negara itu, kata pemimpin lokal Sansan Urbain Kambou kepada Reuters.

Burkina Faso adalah salah satu produsen emas terbesar di Afrika, dengan banyak tambang tidak hanya dijalankan oleh perusahaan internasional, tetapi juga tambang-tambang informal yang beroperasi tanpa pengawasan dan regulasi.

Wartawan BBC Afrika Barat Nicolas Negoce mengatakan bahwa sejak tahun 2009, emas telah melampaui kapas dan menjadi ekspor utama bagi Burkina Faso.

Pada tahun 2020, negara tersebut menghasilkan 54 ton emas, dibandingkan dengan 45 ton pada tahun 2019. Produksi ini meningkat hingga 20 persen, kata kementerian yang bertanggung jawab atas pertambangan dan penggalian.

Kendati terjadi lonjakan, kementerian mengatakan bahwa seperempat dari total output berasal dari tambang yang tidak sah. Sementara diketahui, tambang-tambang informal ini telah menjadi rumah bagi sekitar 1,5 juta pekerja. 

Kecelakaan mematikan seperti atap runtuh sering terjadi di tambang informal di banyak negara Afrika.

Bulan lalu, sedikitnya 13 orang tewas dalam ledakan besar di negara tetangga Ghana. Insiden itu terjadi usai sebuah truk yang membawa bahan peledak ke tambang emas bertabrakan dengan sebuah sepeda motor. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti