Akurat Logo

Dianggap Ancaman, Australia Masukkan Semua Sayap Hizbullah sebagai Kelompok Teroris

Bani Maryanto | 24 November 2021, 11:05 WIB
Dianggap Ancaman, Australia Masukkan Semua Sayap Hizbullah sebagai Kelompok Teroris

AKURAT.CO Pemerintahan Australia mengatakan bahwa pihaknya akan mendaftarkan semua sayap Hizbullah sebagai organisasi teroris. Dengan pengumuman ini, Australia menjadi negara terbaru di dunia yang melarang kelompok Syiah yang didukung Iran itu. 

Seperti diwartakan DW hingga SBS News, beberapa negara Barat lebih dulu menetapkan Hizbullah sebagai organisasi teroris. Namun, beberapa pihak tetap enggan untuk memberikan sanksi kepada sayap politiknya. Ini terutama karena adanya kekhawatiran bahwa hal itu dapat memperumit hubungan dengan Lebanon, di mana kelompok itu memiliki pengaruh yang cukup besar.

Sementara, Australia sendiri pada ahirnya mengumumkan niatan untuk mengategorikan semua sayap Hizbullah sebagai organisasi terlarang. Keputusan ini memiliki arti bahwa keanggotaan organisasi atau penyediaan dana bagi Hizbullah akan menjadi hal ilegal.

Selain Hizbullah, sebuah kelompok neo-Nazi dari Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai 'The Base' juga akan dimasukkan sebagai kelompok teroris.

Menteri Dalam Negeri Karen Andrews mulai mengumumkan perubahan tersebut pada Rabu (23/11), dengan mengatakan bahwa pengategorian kedua organisasi tersebut sebagai kelompok teroris datang setelah mengikuti saran dari badan keamanan Australia.

Andrews juga mengatakan keputusan itu membawa Australia sejalan dengan sekutunya seperti AS dan Kanada.

"Tidak ada tempat di Australia untuk ideologi kebencian mereka.

"Kami tahu bahwa ada individu yang secara aktif mengawasi apa yang terjadi di Australia, kami tahu ada ancaman yang diajukan ke Australia.

"Ada orang-orang di sini yang memiliki niat dan kemampuan untuk menyakiti kita," kata Andrews kepada wartawan.

 BBC

Sementara itu, The Base yang sebagian besar anggotanya berbasis di Amerika Utara diketahui memiliki kamp pelatihan paramiliter di luar negeri. Menurut ABC News, kelompok ini dibentuk pada tahun 2018 dan dalam gerakannya, mereka berusaha membangun sel-sel teroris di beberapa negara. Misi kelompok itu pun tidak lain adalah mendirikan negara etnis kulit putih yang fasis.

Di AS, beberapa pria yang terkait dengan kelompok itu diadili karena sejumlah pelanggaran termasuk konspirasi untuk membunuh.

Saat ini, The Base dilarang dan telah dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Kanada dan Inggris.

Andrews mengatakan dia prihatin dengan aktivitas kelompok tersebut di Australia.

"Kami mengetahui aktivitas mereka di Australia dan luar negeri dan kami akan terus memantau mereka," ungkap Andrews.

Pada bulan Maret, Australia juga mendaftarkan kelompok neo-Nazi yang berbasis di Inggris, Sonnenkrieg Division sebagai organisasi teroris. Itu adalah yang pertama kalinya Australia mendaftarkan sebuah organisasi sayap kanan ekstrim sebagai kelompok teror. 

Andrews mengatakan ancaman teror Australia tetap 'mungkin' terjadi, terutama jika perbatasan negara telah dibuka.

"Kami tahu bahwa ketika kami membuka perbatasan internasional kami, orang-orang akan mulai berkumpul dalam jumlah yang lebih besar dalam kerumunan dan itulah hal yang dicari teroris.

"Saya di sini bukan untuk menakut-nakuti orang, saya sebenarnya ingin orang menjalani hidup mereka," sambung Andrews.

Ada 26 organisasi yang secara resmi terdaftar sebagai kelompok teroris di Australia. Sementara, di sana, siapa pun yang bersalah atas pelanggaran organisasi teroris, termasuk menjadi anggota, merekrut, menerima pelatihan, atau memperoleh dana untuk organisasi teroris dapat menghadapi hukuman penjara hingga 25 tahun.

Sayap politik Hizbullah ditambahkan ke daftar

Hizbullah berbasis di Lebanon dan berfungsi sebagai partai politik Islam Syiah dan kelompok militan. Kelompok ini telah membentuk aliansi dengan Iran dan Suriah.

Pakar keamanan sebelumnya memperingatkan bahwa jaringan internasional Hizbullah telah berkembang, baik dalam hal ukuran maupun pengaruh. Namun, dengan perkembangan itu, Hizbullah dilaporkan lebih memilih operasi rahasia alih-alih meluncurkan konflik langsung.

Hingga saat ini, Australia hanya memasukkan Organisasi Keamanan Eksternal (ESO) yang jadi bagian dari Hizbullah dalam daftar teroris. ESO dilaporkan bertanggung jawab atas berbagai kegiatan, termasuk intelijen, kontra-intelijen, pengadaan, dan perencanaan, koordinasi dan pelaksanaan serangan teroris terhadap musuh Hizbullah.

Sebelum pengumuman Andrews, Australia masih mengecualikan sayap militer dan politik Hizbullah.

Menambahkan keseluruhan Hizbullah ke dalam daftar – termasuk sayap politik yang memiliki perwakilan pemerintah – dapat memperumit aliran bantuan ke Lebanon, yang dilanda krisis politik dan ekonomi.

Andrews mengatakan Hizbullah memberikan dukungan kepada organisasi teroris lainnya di wilayah tersebut, seperti Jihad Islam Palestina dan Brigade Izz al-Din al-Qassam Hamas.

Tahun lalu, Hizbullah bersumpah akan membalas dendam atas serangan pesawat tak berawak AS yang menewaskan komandan Pasukan Quds Iran Qasem Solemini.

Baca Juga: 6 Fakta Menarik Hizbullah, Partai Politik Sokongan Iran hingga Jadi Bagian Penting Pemerintah Lebanon

Organisasi ini telah lama dilarang oleh Amerika Serikat dan Israel. Jerman mengikutinya pada Mei tahun lalu, melarang semua kegiatannya di tanah Jerman.

Namun, badan intelijen domestik Jerman memperkirakan ada sekitar 1.050 anggota dan pendukung Hizbullah yang aktif di negara tersebut.

"Pemerintah tidak menoleransi kekerasan, dan tidak ada alasan - agama atau politik - yang dapat membenarkan pembunuhan orang yang tidak bersalah.

"Hizbullah terus mengancam serangan teroris dan memberikan dukungan kepada organisasi teroris dan menimbulkan ancaman nyata bagi Australia," kata  Andrews.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti