Warning Alam! Hujan Turun di Puncak Es Greenland untuk Pertama Kalinya

AKURAT.CO Hujan dilaporkan turun pada puncak tertinggi lapisan es Greenland pekan lalu, menjadi pertama kalinya yang berhasil teramati dan tercatat. Menurut para ilmuwan pada Jumat (20 Agustus), fenomena ini adalah tanda lain pemanasan global yang mengkhawatirkan untuk lapisan es, yang level mencairnya sudah meningkat.
Menurut laporan Reuters, hujan turun selama beberapa jam di puncak lapisan es setinggi 3.216 meter pada 14 Agustus, dengan suhu tetap di atas titik beku selama sekitar sembilan jam, kata para ilmuwan di Pusat Data Salju dan Es Nasional Amerika Serikat (AS). Suhu di lapisan es dilaporkan hampir tidak pernah naik di atas titik beku, tetapi sekarang telah meningkat tiga kali dalam waktu kurang dari satu dekade.
Total, sebanyak 7 miliar ton hujan turun di Greenland selama tiga hari, dari 14 Agustus hingga 16 Agustus. Angka ini jadi yang terbesar sejak pencatatan dimulai pada 1950.
"Itu bukan tanda yang sehat untuk lapisan es," kata Indrani Das, ahli glasiologi dari Lamont-Doherty Earth Observatory Columbia University, seperti dikutip AsiaOne.
"Air di atas es itu buruk. Itu membuat lapisan es lebih rentan terhadap pencairan permukaan."
Air dengan sifatnya yang lebih hangat dari salju serta warnanya lebih gelap, menyebabkan penyerapan lebih banyak sinar matahari daripada memantulkannya. Air lelehan itu mengalir ke laut, sehingga menyebabkan permukaan laut naik.
Mencairnya area Greenland, lapisan es terbesar kedua di dunia setelah Antartika, telah menyebabkan kenaikan permukaan laut global sekitar 25 persen selama beberapa dekade terakhir, menurut pengamatan para ilmuwan.
"Hujan yang mengkhawatirkan di puncak Greenland bukanlah peristiwa yang terisolasi," kata Twila Moon, wakil ilmuwan utama di Pusat Data Salju dan Es Nasional AS.
Seiring dengan meningkatnya banjir, kebakaran, dan kondisi ekstrem lainnya, menurut Moon, fenomena ini adalah salah satu dari banyak "lonceng alarm" yang menandakan perlunya mengurangi emisi gas rumah kaca.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





