Akurat

Media Asing Soroti Pilkada Indonesia, Ulas Politik Dinasti hingga Risiko Klaster Baru Corona

| 9 Desember 2020, 16:09 WIB
Media Asing Soroti Pilkada Indonesia, Ulas Politik Dinasti hingga Risiko Klaster Baru Corona

AKURAT.CO, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang serentak digelar di Indonesia pada hari ini (9/12) rupanya ikut menuai perhatian media internasional. Salah satunya adalah ABC News Australia. Media asal Negeri Kanguru ini menyoroti tetap digelarnya pesta demokrasi ini dengan mengabaikan peringatan para pakar kesehatan soal risiko klaster baru virus corona.

Dalam artikel yang ditayangkan pada Rabu (9/12), ABC News Australia menyebut ada lebih dari 100 juta warga Indonesia berhak memberikan suara di hampir 300 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 24 distrik dan 37 kota. Sementara itu, Indonesia masih berjuang menahan wabah COVID-19 terburuk di Asia Tenggara dengan lebih dari 586 ribu infeski dan 18 ribu kematian.

Meski begitu, antusiasme pemilih tak banyak berkurang di kota padat penduduk Depok, Jawa Barat.

"Tentu kita semua khawatir dengan pandemi ini, tapi sebagai warga negara yang baik saya ingin ikut Pilkada ini," ungkap seorang warga bernama Rusdiana Jarkasih.

Di Serang, sejumlah pemilih bahkan rela naik perahu karet untuk melawati jalan-jalan yang kebanjiran demi sampai di TPS.

Pilkada telah dibatalkan sekali. Namun, pemerintah mengabaikan seruan para ahli kesehatan dan kelompok Islam untuk penundaan kedua. Menurut ahli epidemiologi Pandu Riono, banyaknya warga Indonesia yang aktif pada saat yang sama kemungkinan besar menyebabkan munculnya klaster-klaster baru.

Tak hanya di Indonesia, Pemilihan Umum (Pemilu) sebenarnya juga telah digelar di berbagai negara, termasuk Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia. Korea Selatan dan Singapura tampaknya sukses mengadakan Pemilu di tengah pandemi. Namun, Pemilu di Sabah dituding sebagai biang lonjakan kasus baru COVID-19 di Malaysia.

Sementara itu, di Indonesia, seorang pejabat Pemilu mengatakan para staf akan memastikan dipatuhinya protokol kesehatan. Para pemilih pun didorong untuk memakai masker, sedangkan para petugas Pilkada diberi alat pelindung diri.

Mirisnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengatakan protokol kesehatan telah dilanggar lebih dari 2 ribu kali selama masa kampanye. Berdasarkan data independen Lapor COVID-19, 76 kandidat Pilkada telah terjangkit COVID-19, sedangkan 4 lainnya meninggal.

Tak hanya membahas kekhawatiran kesehatan, ABC News Australia juga mengulas banyaknya kerabat politisi terkemuka memperebutkan kursi tahun ini. Menurut media tersebut, hal ini meningkatkan kekhawatiran atas pertumbuhan politik dinasti di negara yang telah lama didominasi elite lama.

Dibandingkan Pilkada 2015 dengan jumlah calon dinasti sebanyak 52 orang, tahun ini terdapat 146 orang, termasuk Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo. Ia diperkirakan akan memenangkan kursi wali kota Surakarta yang pernah dijabat oleh ayahnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

N
Editor
Nafilah