Akurat

5 Negara Ini Manjakan Maba saat Ospek, Dipenuhi Pesta hingga Sumbangan Kondom

| 16 September 2020, 19:10 WIB
5 Negara Ini Manjakan Maba saat Ospek, Dipenuhi Pesta hingga Sumbangan Kondom

AKURAT.CO, Orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) di lingkungan pendidikan Indonesia kembali mendapatkan sorotan tajam. Pasalnya, meski dilangsungkan secara daring, ospek ternyata masih diwarnai nuansa ketegangan hingga kekerasan dari para senior.

Baru-baru ini misalnya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) santer diperbincangkan setelah video ospek daringnya viral. Dalam video itu, para panitia pun sampai terlihat membentak seorang mahasiswa baru (maba) yang kedapatan tidak memakai sabuk.

Terlepas dari kasus anyar ini, ospek dengan kekerasan memang tercatat kerap terjadi di Indonesia, hingga tidak jarang ada maba yang tewas.

Namun, berbeda dengan nuansa ospek di Indonesia yang cenderung diwarnai intimidasi, di negara-negara lain, ospek justru dikatakan penuh dengan kegembiraan.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Rabu (16/9) menghimpun 5 negara dengan tradisi ospek sangat menyenangkan.

1. Australia

Wikipedia.org & orientation.uq.edu.au

Di Australia, masa pengenalan mahasiswa biasa dikenal dengan istilah Orientation Week (O-Week) yang biasa dilangsungkan seminggu sebelum kelas dimulai. Adapun tujuannya adalah agar saat orientasi, maba tidak terbebani dengan tugas kuliah. Selain itu, O-Week pada dasarnya bertujuan agar para maba akrab dan lebih mengenal kampus baru mereka.

Laman situs Studies in Australia membeberkan bagaimana O-Week bertujuan untuk membantu maba menyesuaikan diri, menjalin pertemanan baru, hingga mencari segala informasi terkait dengan program perkuliahan.

Selain mengenal kampus, O-Week juga dikatakan tentang 'bersenang-senang'. Pasalnya, pada siang hari menjelang akhir O-Week, para maba biasa dijamu dengan banyak aktivitas permainan, barbeque, stand makanan, hingga acara market day.

Tak kalah menariknya, pada malam harinya para maba akan dimanjakan dengan kegiatan mengasyikkan lainnya, seperti pemutaran film, karaoke, konser musik, hingga pesta.

2. Inggris

Thesun.co.uk & universitycompare.com

Jika Australia mengenal O-Week, maka Inggris biasa menyebut ospek dengan istilah 'Freshers Week. Hampir sama seperti konsep O-Week, ospek ala Inggris ini pada dasarnya bertujuan agar maba lebih mengenal kampus hingga seluk-beluk kota di mana universitas berada. Namun, yang menjadi ciri khas Freshers Week adalah tentang rangkaian acara sosialisasi intens yang diadakan agar maba bisa saling berteman.

Laman situs universitycompare bahkan menyebut bagaimana Freshers week menjadi kesempatan maba untuk berteman, mengeluarkan semangat, hingga mempelajari lebih lanjut tentang perkuliahan. Dijelaskan pula bahwa Freshers Week telah menjadi acara yang sangat besar sekaligus menguntungkan bagi pub, bar, serta klub lokal. Alhasil, orientasi pun makin banyak ditemukan di luar-luar kampus.

Selain itu pada masa Freshers Week, banyak kampus Inggris yang mempromosikan seks aman dengan memberikan kondom hingga klinik kesehatan seksual. Seperti diketahui, Inggris adalah salah satu negara yang sangat terbuka dengan pendidikan seks.

Pada Oktober 2012 lalu misalnya, Telegraph melaporkan bagaimana Universitas Cambridge memberikan dana sekitar 5 ribu pound sterling (Rp95,7 juta) untuk serikat mahasiswa. Dana ini dikatakan untuk membeli sekitar 9 ribu alat kontrasepsi maba.

3. Selandia Baru

 otago.ac.nz & thespinoff.co.nz

Seperti di Australia, di Selandia Baru para maba memiliki waktu seminggu untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan universitas sebelum memulai kelas formal. Tidak hanya itu, ospek di Negeri Kiwi ini juga diketahui memberikan banyak kesempatan bagi maba untuk bersosialiasi. Jadi selama ospek, panitia biasa menyelenggarakan banyak acara sosial, hingga sering kali menjadi alasan pesta alkohol.

Di kota universitas utama Selandia Baru seperti Dunedin dan Palmerston North, masa orientasi juga biasa diisi dengan berbagai acara musik. Pada kesempatan ini, banyak band lokal papan atas bahkan luar negeri yang akan melakukan tur.

Universitas Otago juga diketahui kerap mengadakan acara-acara menarik untuk mabanya, termasuk permainan acara gulat bubur, Sports Day, pesta kostum, hingga festival makanan gratis.

4. Amerika Serikat (AS)

Wikipedia.org

Alih-alih 'freshmen', warga AS biasa menjuluki maba dengan istilah gaul, yaitu 'frosh'. Adapun ketenarannya adalah lantaran frosh dianggap non-gender.

Sementara, dalam masa orientasinya, para frosh biasa melakukan ospek hingga satu minggu. Ospek juga lebih tentang pengenalan dan pengukuhan informal frosh ke institusi.

Biasanya, para frosh juga akan dipandu oleh para mahasiswa senior. Selama seminggu ospek, para senior pun akan menyelenggarakan acara-acara pengenalan serta keakraban, seperti tur kampus, berbincang dengan profesor, kunjungan lapangan, hingga aktivitas kesenian.

Namun, yang paling ikonik tentu saja adalah permainannya selama ospek. Dilansir dari Grazia Daily, para frosh pun dikatakan biasa melakukan tantangan fisik, tantangan minum alkohol, melesat, berburu, serta ritual aneh lainnya.

Selain itu, sebagian besar program orientasi dikatakan memiliki satu pesta terakhir pada malam terakhir. Disinilah, para frosh dan panitia orientasi akan berkumpul dan merayakan masa akhir ospek.

5. Belanda

 universiteitleiden.nl

Ospek berbumbu bentakan mahasiswa senior juga jarang ditemui di Belanda. Misalnya saja, di Univeritas Leiden seperti yg diutarakan pengguna Twitter dengan akun @Zaarazhar.

Dalam cuitannya Selasa (15/9), @Zaarazhar mengungkap bagaimana Ospek Universitas Leiden diwarnai dengan kegiatan menyenangkan, seperti berkunjung ke seluruh museum di Leiden seharian penuh, piknik di taman, pesta barbeque, hinga pergi ke pub malam harinya.

Sementara dalam situsnya, Universitas Leiden menggambarkan salah satu program ospek untuk mahasiswa internasional. Disebut, Orientation Week Leiden (OWL), ospek berlangsung 5 hari dan juga dikatakan penuh dengan kesenangan. Kegiatan termasuk kesenian, musik, budaya, jalan-jalan, olahraga, hingga permainan.

Selain itu, gambaran menyenangkan ospek di Belanda juga diungkap oleh pengguna akun Twitter @yoyen. Dalam cuitannya, @yoyen pun menjelaskan bahwa Ospek di Belanda dikenal dengan istilah 'introductieweek'.

Introductieweek juga digambarkan sarat dengan aktivitas pengenalan kampus hingga jalan-jalan di sekitar kota tempat universitas berdiri. Adapun tujuan introductieweek menurutnya adalah agar maba mengenal fasilitas kampus, kehidupan mahasiswa, kondisi tempat tinggal di sekitar kampus, hingga menjaring pertemanan dengan sesama maba atau senior.

Wah, pantas saja ya jika banyak situs asing yang justru berbondong-bondong menuliskan beragam ide terkait dengan kegiatan seru ospek. Ternyata suasana ospek di luar negeri berbeda jauh dengan Indonesia. Bagaimana menurutmu?[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.