Ingin Habisi Semua Anggota Keluarga, Pria India Nekat Campuri Es Krim Buatan Ibu dengan Racun Tikus

AKURAT.CO, Albin Benny, pria 22 tahun asal Kerala tengah jadi subjek berita utama di berbagai lini media massa India. Pasalnya, mirip seperti adegan film, Albin dilaporkan nekat melakukan upaya pembunuhan massal kepada keluarganya.
Tidak hanya itu, alasan pembunuhan yang dilakukan Albin ternyata dipicu karena masalah harta.
Sebagaimana dilansir dari India Today hingga New Indian Express, Albin telah ditangkap pihak kepolisan kota Vellarikundu pada Kamis (13/8) kemarin.
Polisi pun mengungkap bahwa Albin merencanakan upaya pembunuhan dengan cara meracuni 3 anggota keluarganya dengan es krim yang dicampur racun tikus.
Polisi juga sudah mengonfirmasi bahwa motif Albin adalah untuk merebut properti keluarga. Disebutkan pula bahwa jika rencananya berhasil, Albin akan berdalih bahwa keluarganya mati karena bunuh diri.
Namun, menurut polisi, rencana Albin tidak berakhir dengan mulus lantaran semua anggota keluarga tidak berhasil dilenyapkan.
Lebih lanjut, polisi menjelaskan bahwa yang meninggal adalah saudara perempuan Albin yang berusia 16 tahun, Ann Mary. Sementara, kedua orang tuanya dilaporkan selamat.
Meski begitu, kedua korban saat ini dikatakan masih dalam kondisi kritis.
"Pembunuhan Ann Mary kejam dan keji. Albin, penduduk Arinkallu di Balal panchayat ingin merebut properti keluarga.
"Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Albin akan mengatakan bahwa tiga keluarganya telah bunuh diri.
"Tapi, tidak semuanya berjalan sesuai dengan rencana yang telah dilatih (Albin) sebelumnya," terang Inspektur K Premsadan, petugas stasiun Vellarikundu yang menyelidiki kasus tersebut.
Kemudian terkait dengan kronologi pembunuhan, polisi menerangkan bahwa insiden terjadi pada hari Kamis tanggal 30 Juli. Kala itu, Albin pun diceritakan meminta ibunya, Bessy dan Mary untuk membuatkan es krim.
Mary, yang telah lulus kelas X dan sedang menunggu untuk masuk sekolah menengah atas, kemudian memutuskan untuk membeli bahan-bahan ke kota Vellarikkundu.
Setelah itu, Bessy dan Mary membuat dua ember es krim bourbon, satu disimpan di freezer sedangkan yang kedua disimpan di lemari es.
Kemudian pada malam harinya, Albin diam-diam menuangkan setengah botol racun tikus merk Ratol ke dalam ember es krim.
Setelah ember es krim dicampur dengan racun itulah, Albin menolak makan dengan alasan sedang sakit tenggorokan. Akhirnya, orang tua Albin dan Mary lah yang melahap es krim beracun tersebut.
Tidak lama setelah mengonsumsi es krim racun tikus, Mary mulai muntah-muntah hingga mengalami diare. Ayahnya pertama-tama membawanya ke klinik homeopati dan kemudian ke rumah sakit (RS) koperasi di Vellarikkundu.
Karena pada saat dilarikan ke RS Vellarikundu, kondisi mata Mary menguning, dokter sempat menyatakan bahwa ia terkena penyakit kuning.
Pada tanggal 5 Agustus, Mary akhirnya mengembuskan napas terakhir. Hasil pemeriksaan mayat Mary juga menunjukkan bahwa tubuhnya mengandung fosfor kuning (bahan dari pasta Ratol).
Sementara itu, di hari sama dengan kematian Mary, ayah Albin, Benny mulai menunjukkan gejala mirip. Setelah itu, Benny pun dilaporkan masih sangat kritis hingga membutuhkan transplantasi hati.
"(Rumah sakit) MIMS Kozhikode menemukan bahwa 80 persen hati Benny rusak dan dia hanya bisa diselamatkan dengan transplantasi hati.
"Racun tikus lambat bertindak tetapi merusak hati secara serius.
"Selama ini, Albin dengan kejam berdiri seperti penonton dan tidak melakukan apa pun untuk menyelamatkan nyawa ayah dan adiknya.
"Akan menjadi keajaiban jika Benny bisa bertahan," ucap Inspektur Premsadan sembari menambahkan bahwa Albin kedapatan mencari info dosis racun tikus di Google.
Sementara itu, kondisi Bessy tidak dijelaskan dengan secara detail. Meski begitu, ia dilaporkan tidak begitu banyak mencicipi es krim.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





