Akurat

Dikomplain karena Baptis Bayi dengan Brutal, Pastor Rusia Diskors Satu Tahun 

| 14 Agustus 2019, 11:45 WIB
Dikomplain karena Baptis Bayi dengan Brutal, Pastor Rusia Diskors Satu Tahun 

AKURAT.CO, Seorang pastor Ortodoks Rusia harus berurusan polisi lantaran terbukti telah melakukan pembaptisan kepada seorang bayi dengan cara yang tidak semestinya. Dalam video pembaptisan, tampak dengan jelas bagaimana pastor tersebut berulang kali membenamkan si bayi dengan cara yang sangat kasar. Meski belum ada kabar terkait apakah pastor tersebut mendapatkan hukuman penjara, tetapi atas perbuatannya tersebut, pastor Rusia ini harus rela dicabut kedudukannya sebagai "klerus" atau rohaniawan setidaknya selama setahun.

Dilansir dari RFEL pada Senin (12/8), upacara pembatisan diketahui berlangsung di Gereja Internasional Marienburg, Kota Gatchina, pada 10 Agustus lalu. Dalam video yang beredar di berbagai media, sang pastor yang kemudian diindetifikasi sebagai Bapa Foty ini terlihat menggunakan kekerasan saat mencoba membabtis seorang bayi laki-laki yang baru berusia satu tahun itu.

Saat itu, Bapa Foty terlihat "terlalu bersemangat" dan mencelupkan bayi tersebut ke dalam bejana pembaptisan secara berulang-ulang. Aksi Bapa Foty ini pun makin membuat si anak tidak bisa berhenti menangis.

Seakan tidak peduli dengan jeritan dan tangisan si anak, Bapa Foty justru menutup hidung dan mulut bocah tersebut agar si anak bisa diam saat dibaptis. Video tersebut juga menunjukkan bagaimana sang ibu sempat protes kepada Bapa Foty saat mengetahui anaknya dibaptis dengan cara yang kasar.

Namun, agaknya pastor Gereja Internasional Marienburg tersebut tidak mengindahkan protes sang ibu, dan terus saja berusaha membenamkan tubuh si bayi ke dalam bejana.

Salah satu media pro-Kremlin, Channel 5, bahkan sampai mengulas video pembaptisan Bapa Foty tersebut, dan mengklaim bahwa sang anak "hampir terbunuh" lantaran terdapat luka-luka memar dan lecet pada tubuhnya akibat insiden pembaptisan tersebut.

Sementara itu, dalam pembelaannya, Bapa Foty menuturkan kepada Channel 5 bahwa saat itu kedua orang tua si anak tidak terlalu terbiasa dengan ritual gereja dan belum tahu bagaimana pembaptisan harus dilakukan. Bapa Foty juga menjelaskan bahwa ia hanya berusaha mengikuti aturan pembaptisan dengan membenamkan kepala si bayi sebanyak tiga kali. Namun saat itu, sang ibu ketakutan dan berperilaku "sangat emosional".

"Menurut aturan gereja, pembaptisan dengan sedikit air hanya diizinkan dalam kasus penyakit serius atau jika menimbulkan bahaya fatal bagi anak," ucap Bapa Foty.[] 



Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.