Akurat Logo

PBB: Negara-negara Miskin Paling Menderita Akibat Bencana Iklim

Swara Setia | 26 Juni 2019, 10:45 WIB
PBB: Negara-negara Miskin Paling Menderita Akibat Bencana Iklim

AKURAT.CO, Dunia mengalami iklim apartheid di mana negara kaya membeli cara menghindari dampak terburuk pemanasan global sedangkan negara miskin menanggung bebannya. Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk kemiskinan ekstrem dan hak asasi manusia (HAM) Philip Alston mengeluarkan peringatan itu dalam laporan baru yang diajukan ke Dewan HAM PBB pada Selasa (25/6) waktu lokal.

“Perubahan iklim mengancam memundurkan 50 tahun kemajuan dalam pembangunan, kesehatan global dan pengurangan kemiskinan,” papar Alston, dilansir Al Jazeera.

Dia menambahkan, “Ini dapat mendorong lebih dari 120 juta lebih orang menuju kemiskinan pada 2030 dan akan memiliki dampak paling buruk di negara-negara miskin, kawasan miskin dan tempat warga miskin hidup dan bekerja,”

Meski warga yang hidup dalam kemiskinan bertanggung jawab untuk hanya sebagian kecil emisi global, namun mereka memiliki kapasitas yang kecil untuk melindungi diri mereka sendiri.

“Kita berisiko pada skenario iklim apartheid di mana yang kaya membayar untuk menghindari pemanasan berlebih, kelaparan, dan konflik, sementara sisanya di dunia mengalami penderitaan,” ungkap dia.

Laporan itu menyebutkan ada banyak peringatan global tentang perubahan iklim seperti suhu yang mencapai rekor baru, es mencair lebih cepat, kebakaran liar yang luar biasa, serta banjir dan badai yang lebih sering, namun masih ada lagi dampak yang belum terungkap.

Saat berbicara dari Marseille di Prancis, Alston mengecam para pemimpin dunia yang gagal bertindak. Alston juga menyerukan transformasi sosial untuk mengatasi ancaman itu.

“Dunia tidur berjalan menuju kisah horor perubahan iklim. Jika tidak ada peluang lain mencegah pemanasan global mengerikan, kita perlu mengambil langkah dramatis sekarang. Satu-satunya solusi adalah pemerintah berbagai negara mengadopsi ekonomi yang dirancang ulang dalam skala besar,” papar Alston.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.