Akurat Logo

5 Fakta Nader Mahmoud Kouja, Hafiz Alquran yang Hanya Punya Satu Paru-paru

Arrayyan Nurrochim | 17 Mei 2019, 04:05 WIB
5 Fakta Nader Mahmoud Kouja, Hafiz Alquran yang Hanya Punya Satu Paru-paru

AKURAT.CO, Uni Emirat Arab (UEA) sedang menggelar Dubai Internasional Holy Quran Award (DIHQA), sebuah ajang kompetisi hafiz atau penghafal Alquran dari seluruh belahan dunia. Di antara para peserta, ada satu kontestan yang menarik perhatian masyarakat.

Dialah Nader Mahmoud Kouja, seorang hafiz yang hadir mewakili Lebanon. Bukan hanya keindahan bacaannya yang menarik perhatian, pemuda 21 tahun ini merupakan bukti mukjizat Tuhan. Ia diketahui punya keterbatasan fisik, yaitu hanya punya satu paru-paru.

Kondisi itu tentu membuat publik tercengang. Meski bermasalah dengan organ pernapasannya, Nader justru punya bakat luar biasa dalam menghafal Alquran, sebuah kemampuan yang tak dimiliki semua orang.

Dilansir dari Khaleej Times, inilah 5 fakta Nader Mahmoud Kouja.

1. Mampu menghafal Alquran di tengah keterbatasan fisiknya

Nama 'Nader' berarti 'langka' atau 'satu-satunya'. Sama seperti namanya, ia menderita kelainan langka, yaitu hidup dengan satu paru-paru saja. Akibatnya, Nader mengidap gangguan pernapasan.

Ajaibnya, di tengah keterbatasan fisiknya itu, ia dianugerahi bakat luar biasa, yaitu mampu menghafal Alquran dengan cepat.

"Dengan satu paru-paru saja, aku tahu menyelesaikan 'misi suci' ini tidak mudah. Namun, sungguh kehormatan bagiku bisa menghafal kata-kata Allah SWT," ungkapnya.

2. Hanya butuh 3 tahun menyelesaikan hafalan Alquran

Nader mulai mempelajari Alquran sejak umur 14 tahun di kelas pendidikan Alquran yang diadakan setiap hari di masjid. Uniknya, meski mengidap kelainan, hanya butuh 3 tahun pemuda Lebanon itu mampu menyelesaikan hafalannya.

Menurutnya, guru-gurunya sangat berjasa membantunya. Mereka selalu memotivasinya agar tak putus asa meraih cita-cita yang juga akan membuat mereka bahagia.

3. Merasa banyak mendapat manfaat dari menghafal Alquran

Menurut Nader, banyak manfaat yang didapatnya dari menghafal Alquran. Ia merasa lebih aman, lebih tenang, dan terinspirasi. Jiwa, hati, dan pikiran terasa lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Menurutnya, menghafal Alquran bisa membuatnya bahagia di dunia dan akhirat.

"Alquran telah mempertajam ingatanku, meningkatkan kemampuan akademisku, dan membuat diriku lebih dihormati orang," tuturnya.

4. Bercita-cita menjadi seorang ulama yang kompeten

Di usianya yang ke-21, Nader telah menyelesaikan pendidikannya di bidang Syariah di Tripoli, Lebanon. Ia berharap bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dalam bidang yang sama agar bisa menjadi ulama kompeten di masa depan.

"Aku percaya pada hadis Nabi Muhammad yang mengatakan sebaik-baiknya Muslim adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya," ucapnya.

5. Baru pertama kali mengikuti kompetisi internasional

Meski penampilan dan bacaannya mampu memikat juri dan penonton di Dubai Chamber, rupanya ini pertama kalinya Nader mengikuti kompetisi berskala internasional.

Sebelumnya, ia sudah pernah mengikuti kompetisi hafiz Alquran dengan skala lokal dan meraih peringkat gemilang di semua kompetisi itu.

Dubai Internasional Holy Quran Award telah menjadi ajang kompetisi bergengsi untuk penghafal Alquran dari seluruh dunia.

"Sungguh istimewa dan sudah menjadi impian saya ikut dalam kontes bergengsi ini dan bertemu banyak penghafal Alquran dari seluruh dunia," kata Nader.

Sosok Nader Mahmoud Kouja bisa menjadi inspirasi bahwa setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Keterbatasan yang dimilikinya justru tak menghalanginya untuk tetap berusaha meraih prestasi. Meski hanya punya satu paru-paru, ia membuktikan tetap bisa memaksimalkan potensi yang dianugerahkan Tuhan padanya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.