Akurat

Infeksi Sifilis di Jepang Capai 6.000 Kasus, Tertinggi Sepanjang Sejarah

| 29 November 2018, 16:50 WIB
Infeksi Sifilis di Jepang Capai 6.000 Kasus, Tertinggi Sepanjang Sejarah

AKURAT.CO, Institut Nasional Penyakit Menular Jepang merilis data terbaru yang menunjukkan penderita sifilis di Jepang tahun ini mencapai 6.096 kasus. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah, memecahkan 'rekor' penderita sifilis tahun 1970 yang mencapai 6.000 orang.

Angka tersebut mencakup 1.548 penderita di Tokyo, yang tertinggi di antara 47 prefektur di negara itu, diikuti oleh 1.043 penderita di Osaka, 399 di Aichi, 314 di Kanagawa dan 272 di Fukuoka.

Terhadap hal ini, pemerintah Tokyo menyediakan layanan tes sifilis gratis bagi warganya. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran khusus untuk mencegah penularan lebih besar, terlebih Jepang akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2020.

Sifilis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri treponema. Pada tahap awal, penyakit ini berupa luka ringan atau bisul di daerah yang terkena, seperti di sekitar alat kelamin dan bibir, dan dapat disembuhkan dengan obat antibakteri. Tetapi jika tidak ditangani, infeksi pada akhirnya dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, serta komplikasi otak dan jantung. Bila menjangkiti ibu hamil, maka bayi yang dikandungnya akan tertular.

Kementerian Kesehatan menyebut para penderita yang ada saat ini usianya berkisar antara 20-50 tahun untuk pria dan 20-30 tahun untuk wanita. Kementerian menyerukan penggunaan kondom, serta pemeriksaan rutin sehingga penyakit dapat dideteksi sejak dini.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.