Akurat Logo

Kemenag Imbau Salat Ghaib Untuk Korban Syahid Palestina, Begini Tata Caranya

Tria Sutrisna | 24 Oktober 2023, 15:40 WIB
Kemenag Imbau Salat Ghaib Untuk Korban Syahid Palestina, Begini Tata Caranya

AKURAT.CO Konflik Israel-Palestina yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat telah meninggalkan kesedihan yang mendalam.

Ribuan nyawa telah hilang dalam konflik ini, dan ratusan ribu orang lainnya harus merasakan penderitaan dan kesulitan.

Kabar mengenai konflik ini telah menjadi berita utama di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan imbauan kepada umat Islam untuk melaksanakan salat ghaib sebagai tanda kepedulian terhadap para korban jiwa dalam konflik ini.

"Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban meninggal dunia pada kejadian konflik kemanusiaan di Palestina, kami menghimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melaksanakan salat gaib qunut nazilah," kata Adib, Direktur Urusan Agama dan Pembinaan Syariah dikutip dari kemenag.go.id.

Menanggapi imbauan untuk melaksanakan salat ghaib sebagai bentuk kepedulian terhadap korban jiwa di Palestina, berikut adalah penjelasan mengenai tata cara salat ghaib:

Pengertian Salat Ghaib 

Salat ghaib adalah salat yang dilakukan oleh seseorang untuk mendoakan atau memberikan penghormatan kepada orang yang telah meninggal dunia atau kepada mereka yang tidak dapat hadir dalam salat tersebut, seperti dalam kasus korban konflik atau bencana.

Dalam pelaksanaannya, salat ghaib mirip dengan salat jenazah, dengan empat takbir tanpa rukuk dan sujud. Namun, ada perbedaan dalam bacaan niat. Hukum salat ghaib adalah fardhu kifayah, yang berarti bahwa jika sebagian kaum Muslim melaksanakannya, maka kewajiban tersebut terpenuhi bagi seluruh masyarakat Muslim. Ini adalah bentuk doa dan penghormatan terhadap mereka yang telah meninggal atau yang tidak bisa hadir dalam salat tersebut, dan ini adalah praktik yang telah diakui dalam syariat Islam.

Tata Cara Salat Ghaib

  1. Niat

Bacaan niat untuk jenazah laki-laki:

Usholli alal mayyiti (fulaan) alghoo'ibi arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati imaaman/makmuuman lillahi ta'ala

Artinya: "Saya berniat mengerjakan shalat untuk mayit (nama) yang gaib (tidak ada di tempat ini) dengan empat kali takbir fardu kifayah sebagai imam/ makmum karena Allah Ta'ala."

Bacaan niat untuk jenazah perempuan:

Usholli alalmayyitati (fulaanah) alghoo'ibah arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati imaaman/makmuuman lillahi ta'ala

Artinya: "Saya berniat mengerjakan shalat untuk mayit (nama) yang gaib (tidak ada di tempat ini) dengan empat kali takbir fardu kifayah sebagai imam/ makmum karena Allah Ta'ala."

Bacaan niat untuk jenazah banyak:

Ushalli ‘ala jami’i mauta qaryati kadzal ghaibinal muslimina arba’a takbiratin fardhal kifayati imaman/ma’muman lillahi ta’ala.   

Artinya, "Saya menyalati seluruh umat muslim yang jadi korban di desa ‘...’ (sebutkan nama desanya) yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifayah sebagai imam/makmum karena Allah ta’ala."   

  1. Takbir pertama membaca surah Al Fatihah

  2.  Takbir kedua membaca sholawat nabi

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad atau bisa juga dengan sholawat sedikit panjang:

Allahumma shalli 'ala sayyidinaa muhammad wa'ala aali sayyidinaa muhammad, kamashollaita ala' Ibrohim waaala Ali Ibrohim, wabariknala sayyidina Muhammad, waalanalii sayyidina Muhammad, kama baraktaala sayyidina Ibrahim, waala Ali sayyidina Ibrahim, fil alamina innaka hamidummajid.

  1.  Takbir ketiga dilanjutkan membaca doa untuk jenazah

Untuk jenazah laki-laki:

Allahummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fuanhu.

Artinya: "Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat-mu, kesejahteraan, serta ampunilah dia." 

Untuk jenazah perempuan:

Allahummaghfir laha warhamha wa'aafiha wa'fuanha

Artinya: "Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat-mu, kesejahteraan, serta ampunilah dia."

  1. Takbir keempat dilanjutkan membaca doa untuk kerabat yang ditinggalkan

Untuk jenazah laki-laki:

Allahumma laa tahrimnaa ajrahuu walaa taftinaa ba'dahu wagfirlana wa lahu

Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia."

Untuk jenazah perempuan:

Allahumma la tahrimna ajraha wala taftinna ba'daha waghfirlana walaha

Artinya: "Ya Allah, jangan lah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia."

  1. Mengucapkan salam dengan menoleh ke arah kanan dan kiri. (Maulidia Azzahra)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
W
Editor
Wahyu SK