Kemenag Imbau Salat Ghaib Untuk Korban Syahid Palestina, Begini Tata Caranya

AKURAT.CO Konflik Israel-Palestina yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat telah meninggalkan kesedihan yang mendalam.
Ribuan nyawa telah hilang dalam konflik ini, dan ratusan ribu orang lainnya harus merasakan penderitaan dan kesulitan.
Kabar mengenai konflik ini telah menjadi berita utama di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan imbauan kepada umat Islam untuk melaksanakan salat ghaib sebagai tanda kepedulian terhadap para korban jiwa dalam konflik ini.
"Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban meninggal dunia pada kejadian konflik kemanusiaan di Palestina, kami menghimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melaksanakan salat gaib qunut nazilah," kata Adib, Direktur Urusan Agama dan Pembinaan Syariah dikutip dari kemenag.go.id.
Menanggapi imbauan untuk melaksanakan salat ghaib sebagai bentuk kepedulian terhadap korban jiwa di Palestina, berikut adalah penjelasan mengenai tata cara salat ghaib:
Pengertian Salat Ghaib
Salat ghaib adalah salat yang dilakukan oleh seseorang untuk mendoakan atau memberikan penghormatan kepada orang yang telah meninggal dunia atau kepada mereka yang tidak dapat hadir dalam salat tersebut, seperti dalam kasus korban konflik atau bencana.
Dalam pelaksanaannya, salat ghaib mirip dengan salat jenazah, dengan empat takbir tanpa rukuk dan sujud. Namun, ada perbedaan dalam bacaan niat. Hukum salat ghaib adalah fardhu kifayah, yang berarti bahwa jika sebagian kaum Muslim melaksanakannya, maka kewajiban tersebut terpenuhi bagi seluruh masyarakat Muslim. Ini adalah bentuk doa dan penghormatan terhadap mereka yang telah meninggal atau yang tidak bisa hadir dalam salat tersebut, dan ini adalah praktik yang telah diakui dalam syariat Islam.
Tata Cara Salat Ghaib
-
Niat
Bacaan niat untuk jenazah laki-laki:
Usholli alal mayyiti (fulaan) alghoo'ibi arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati imaaman/makmuuman lillahi ta'ala
Artinya: "Saya berniat mengerjakan shalat untuk mayit (nama) yang gaib (tidak ada di tempat ini) dengan empat kali takbir fardu kifayah sebagai imam/ makmum karena Allah Ta'ala."
Bacaan niat untuk jenazah perempuan:
Usholli alalmayyitati (fulaanah) alghoo'ibah arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati imaaman/makmuuman lillahi ta'ala
Artinya: "Saya berniat mengerjakan shalat untuk mayit (nama) yang gaib (tidak ada di tempat ini) dengan empat kali takbir fardu kifayah sebagai imam/ makmum karena Allah Ta'ala."
Bacaan niat untuk jenazah banyak:
Ushalli ‘ala jami’i mauta qaryati kadzal ghaibinal muslimina arba’a takbiratin fardhal kifayati imaman/ma’muman lillahi ta’ala.
Artinya, "Saya menyalati seluruh umat muslim yang jadi korban di desa ‘...’ (sebutkan nama desanya) yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifayah sebagai imam/makmum karena Allah ta’ala."
-
Takbir pertama membaca surah Al Fatihah
-
Takbir kedua membaca sholawat nabi
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad atau bisa juga dengan sholawat sedikit panjang:
Allahumma shalli 'ala sayyidinaa muhammad wa'ala aali sayyidinaa muhammad, kamashollaita ala' Ibrohim waaala Ali Ibrohim, wabariknala sayyidina Muhammad, waalanalii sayyidina Muhammad, kama baraktaala sayyidina Ibrahim, waala Ali sayyidina Ibrahim, fil alamina innaka hamidummajid.
-
Takbir ketiga dilanjutkan membaca doa untuk jenazah
Untuk jenazah laki-laki:
Allahummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fuanhu.
Artinya: "Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat-mu, kesejahteraan, serta ampunilah dia."
Untuk jenazah perempuan:
Allahummaghfir laha warhamha wa'aafiha wa'fuanha
Artinya: "Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat-mu, kesejahteraan, serta ampunilah dia."
-
Takbir keempat dilanjutkan membaca doa untuk kerabat yang ditinggalkan
Untuk jenazah laki-laki:
Allahumma laa tahrimnaa ajrahuu walaa taftinaa ba'dahu wagfirlana wa lahu
Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia."
Untuk jenazah perempuan:
Allahumma la tahrimna ajraha wala taftinna ba'daha waghfirlana walaha
Artinya: "Ya Allah, jangan lah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia."
-
Mengucapkan salam dengan menoleh ke arah kanan dan kiri. (Maulidia Azzahra)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








