Akurat Logo

Jangan Langsung Putus Asa! Ini Doa dan Amalan Saat Menghadapi Kekecewaan Berat dalam Hidup

Lufaefi | 13 Oktober 2026, 05:10 WIB
Jangan Langsung Putus Asa! Ini Doa dan Amalan Saat Menghadapi Kekecewaan Berat dalam Hidup
Doa saat Kecewa - Dok. Istimewa

AKURAT.CO Tidak semua hal berjalan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang sudah berusaha keras, menyusun rencana dengan matang, dan menggantungkan harapan begitu tinggi, tetapi kenyataan justru berkata sebaliknya. Kegagalan dalam pekerjaan, hubungan yang kandas, kehilangan orang terkasih, hingga rencana hidup yang berantakan bisa meninggalkan luka mendalam.

Dalam keadaan seperti ini, seseorang mungkin merasa lelah, kehilangan semangat, bahkan bertanya-tanya mengapa ujian datang bertubi-tubi. Namun, Islam mengajarkan bahwa kekecewaan bukan alasan untuk berhenti berharap. Ada doa dan amalan yang dapat membantu seorang Muslim menghadapi kesedihan sembari perlahan membangun kembali kekuatan dirinya.

Pertama, membaca doa ketika ditimpa kesusahan.

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah saw. ketika menghadapi kesedihan dan kegelisahan adalah:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Baca Juga: Doa Hari Rabu, agar Rezeki Selalu Lancar dan Berkah

Doa ini merupakan doa Nabi Yunus yang disebutkan dalam Surah Al-Anbiya ayat 87. Ketika berada dalam kesulitan, Nabi Yunus mengakui kebesaran Allah dan menyadari keterbatasan dirinya. Kisah tersebut mengajarkan bahwa di tengah keadaan yang terasa gelap, seseorang tetap dapat kembali kepada Allah melalui doa, pengakuan diri, dan harapan akan pertolongan-Nya.

Kedua, memohon perlindungan dari kesedihan dan kegelisahan.

Rasulullah saw. juga mengajarkan doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-hammi wal-ḥazan, wal-‘ajzi wal-kasal, wal-jubni wal-bukhl, wa ḍala‘id-dayni wa ghalabatir-rijāl.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat pengecut dan kikir, lilitan utang, serta tekanan orang lain.”

Doa ini diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari. Isinya sangat relevan ketika seseorang merasa terbebani oleh masalah hidup. Doa tersebut bukan sekadar permohonan agar kesedihan menghilang, tetapi juga permintaan kekuatan untuk menghadapi keadaan yang sulit.

Ketiga, memperbanyak zikir dan mengadu kepada Allah.

Dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28, Al-Qur'an menjelaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Karena itu, ketika pikiran terasa penuh, seseorang dapat meluangkan waktu untuk berzikir, menunaikan salat, membaca Al-Qur'an, dan berdoa dengan bahasa yang dipahami.

Tidak perlu menunggu sampai merasa kuat untuk beribadah. Justru dalam keadaan rapuh, seseorang dapat memulai dengan amalan sederhana yang mampu dilakukannya secara konsisten.

Keempat, belajar menerima kenyataan tanpa kehilangan ikhtiar.

Surah Al-Baqarah ayat 216 mengingatkan bahwa manusia mungkin tidak menyukai sesuatu yang sebenarnya baik baginya, sementara Allah mengetahui apa yang tidak diketahuinya. Ayat ini bukan berarti setiap kejadian buruk pasti membawa kebaikan yang langsung terlihat. Pesannya adalah agar manusia tidak tergesa-gesa menyimpulkan seluruh masa depannya hanya berdasarkan satu pengalaman pahit.

Setelah berdoa, tetaplah berusaha mencari jalan keluar. Jika mengalami kegagalan pekerjaan, evaluasi langkah yang telah ditempuh. Jika terluka dalam hubungan, berikan diri waktu untuk pulih. Jika masalah terasa terlalu berat, jangan ragu meminta bantuan keluarga, sahabat tepercaya, atau tenaga profesional.

Baca Juga: Merasa Dibuntuti Seseorang? Amalkan Doa Perlindungan Ini agar Hati Tenang Menurut Sunnah

Pada akhirnya, menghadapi kekecewaan bukan berarti harus selalu terlihat kuat. Seseorang boleh bersedih, menangis, dan membutuhkan waktu untuk menerima keadaan. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai satu kekecewaan membuat seluruh harapan hilang.

Doa membantu menautkan hati kepada Allah, sedangkan ikhtiar dan dukungan yang tepat membantu seseorang kembali melangkah. Tidak semua persoalan selesai seketika, tetapi setiap hari dapat menjadi kesempatan untuk bangkit sedikit demi sedikit. Selama masih ada kesempatan untuk berusaha, jangan terburu-buru menutup pintu harapan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi