Akurat Logo

Doa Terbaik saat Gunung Erupsi, Agar Selamat

Lufaefi | 7 September 2026, 08:00 WIB
Doa Terbaik saat Gunung Erupsi, Agar Selamat
Doa Keselamatan - Dok. Istimewa

AKURAT.CO Gunung yang tiba-tiba erupsi dapat menghadirkan kepanikan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Abu vulkanik menyelimuti udara, suara letusan terdengar dari kejauhan, sementara warga harus bersiap meninggalkan wilayah yang dinilai berbahaya. Dalam situasi seperti ini, umat Islam dianjurkan tidak hanya melakukan ikhtiar keselamatan, tetapi juga memperbanyak doa kepada Allah SWT.

Al-Qur’an mengajarkan bahwa ketika manusia menghadapi ketakutan dan kesulitan, tempat terbaik untuk memohon pertolongan adalah Allah. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah doa yang terdapat dalam QS Al-Baqarah ayat 286:

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَٰفِرِينَ

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo, 80 Siswa Masih Jalani Perawatan dan 120 Siswa dalam Tahap Observasi

Bagian doa “وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ” mengandung permohonan agar Allah tidak membebani manusia dengan sesuatu yang berada di luar kemampuan mereka. Dalam keadaan bencana, doa ini dapat menjadi bentuk pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan Allah.

Selain itu, terdapat doa yang sangat dikenal dalam hadis ketika seseorang mengalami keadaan yang menakutkan atau menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan. Nabi Muhammad SAW mengajarkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ، وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang telah aku kerjakan dan dari keburukan apa yang belum aku kerjakan.”

Doa perlindungan juga dapat dibaca dengan memohon keselamatan secara langsung kepada Allah. Misalnya:

اللَّهُمَّ احْفَظْنَا وَأَهْلَنَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَبَلَاءٍ، وَنَجِّنَا مِنَ الْمَخَاطِرِ، وَارْزُقْنَا السَّلَامَةَ وَالْعَافِيَةَ

“Ya Allah, jagalah kami dan keluarga kami dari segala keburukan dan musibah. Selamatkanlah kami dari berbagai bahaya dan karuniakanlah kepada kami keselamatan serta kesehatan.”

Doa tersebut dapat dibaca kapan saja, terutama ketika seseorang sedang merasa takut akibat suara letusan, hujan abu, atau kondisi lingkungan yang membahayakan. Namun, doa tidak berarti seseorang boleh mengabaikan langkah keselamatan.

Dalam Islam, tawakal selalu berjalan bersama ikhtiar. Ketika gunung erupsi, mengikuti arahan petugas, menjauhi kawasan rawan bencana, menggunakan masker untuk melindungi pernapasan, dan segera melakukan evakuasi apabila diperintahkan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga jiwa.

Prinsip menjaga keselamatan tersebut sejalan dengan salah satu tujuan utama syariat Islam, yaitu menjaga jiwa atau hifz al-nafs. Karena itu, meninggalkan daerah berbahaya bukan berarti kurang tawakal kepada Allah. Justru, mengambil langkah untuk menyelamatkan diri merupakan bentuk tanggung jawab manusia atas kehidupan yang diberikan Allah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi