Akurat

Shalat Tahajud: Ibadah Sunyi yang Mengangkat Derajat di Hadapan Allah

Eko Krisyanto | 13 Juli 2025, 22:42 WIB
Shalat Tahajud: Ibadah Sunyi yang Mengangkat Derajat di Hadapan Allah

AKURAT.CO Shalat Tahajud adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Dilaksanakan di keheningan malam saat kebanyakan orang masih terlelap, Tahajud menjadi amalan yang istimewa bagi mereka yang ingin mendekat kepada Allah SWT secara lebih dalam dan khusyuk.

Shalat ini bukan hanya bentuk penghambaan, tetapi juga jalan untuk memperbaiki diri, memohon ampunan, dan menguatkan jiwa dalam menghadapi ujian hidup.

Maka tak heran jika Allah sendiri menjanjikan derajat yang tinggi bagi mereka yang istiqamah dalam Tahajud.

Shalat Tahajud bukan sekadar anjuran ulama. Ia disebut langsung dalam Al-Qur’an sebagai ibadah malam yang penuh keutamaan:

"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat Tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
(QS. Al-Isra' 17:79)

Ayat ini menunjukkan bahwa Tahajud adalah ibadah pilihan, tetapi memiliki tempat terpuji di sisi Allah. Ia menjadi pembuka jalan menuju kemuliaan spiritual yang tak terbayangkan.

Shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah tidur malam, paling utama di sepertiga malam terakhir (sekitar pukul 01.00–04.00 WIB).

Baca Juga: Sejarah Bandung Lautan Api: Ketika Kota Dibakar Demi Kemerdekaan

Inilah waktu di mana Allah "turun ke langit dunia" dan membuka pintu-pintu pengabulan doa.

Berikut beberapa keutamaan Tahajud yang luar biasa:

  • Doa mustajab: Waktu Tahajud adalah saat terbaik untuk memohon apa pun kepada Allah.

  • Penghapus dosa: Dosa-dosa kecil bisa terhapus lewat keikhlasan dalam Tahajud.

  • Mendekatkan diri kepada Allah: Menjadi pribadi yang lebih tenang, sabar, dan penuh harapan.

  • Mengangkat derajat: Allah akan mengangkat kedudukan hamba-Nya yang taat di malam sunyi.

Apakah Harus Tidur Dulu?

Menurut mayoritas ulama, Tahajud harus dilakukan setelah tidur malam, sebagaimana dijelaskan oleh ulama Syafi’iyah, termasuk Syekh Sulaiman Al-Bujairimi:

"Dan shalat Tahajud adalah shalat sunnah malam setelah tidur."

Jika dilakukan sebelum tidur, maka itu termasuk qiyamul lail atau shalat malam secara umum. Meski demikian, keduanya tetap berpahala dan sangat dianjurkan.

Jadi, jangan ragu untuk tetap shalat malam meskipun belum sempat tidur.

Tata Cara Shalat Tahajud

Berikut langkah-langkah praktis untuk melaksanakan Shalat Tahajud:

Baca Juga: Kehidupan Delia Septianti Setelah Pindah ke Kediri

  1. Bangun Tidur
    Usahakan bangun di sepertiga malam terakhir. Pasang niat sebelum tidur untuk memudahkan terbangun.

  2. Berwudhu dengan Sempurna
    Bersuci dengan benar adalah bagian penting dari persiapan hati dan tubuh.

  3. Kenakan Pakaian Bersih
    Kenyamanan dan kebersihan akan membantu kekhusyukan dalam shalat.

  4. Niat dalam Hati

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
    “Aku niat shalat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

  5. Shalat Minimal Dua Rakaat
    Shalat dilakukan dua rakaat-dua rakaat dengan salam, bisa dilanjutkan hingga 8 atau 12 rakaat, sesuai kemampuan.

  6. Berdoa Setelah Shalat
    Manfaatkan waktu ini untuk berdoa sebanyak-banyaknya. Salah satu doa yang dianjurkan Nabi SAW berbunyi:

    Allahumma laka alhamdu, Anta qayyimus samaawaati wal-ardhi...
    (Doa ini bisa dibaca lengkap sesuai kemampuan dan kebutuhan hati.)

Shalat Tahajud bukan soal seberapa banyak rakaatnya, tapi seberapa tulus dan konsisten kita mengerjakannya. Mulailah dari dua rakaat. Jangan takut gagal—Allah mencintai hamba yang terus mencoba.

Di saat dunia terlelap, saat hanya suara detak jam yang terdengar, saat gelap menyelimuti bumi—di situlah Allah paling dekat.

"Nun. Demi pena dan apa yang mereka tulis."
(QS. Al-Qalam: 1)

Baca Juga: IEU-CEPA Disepakati Usai Mandek Selama 10 Tahun, Presiden Komisi Eropa Puji Kepemimpinan Prabowo

Shalat Tahajud adalah bukti cinta seorang hamba kepada Rabb-nya. Meski tidak wajib, ia memiliki kedudukan istimewa di hadapan Allah.

Jika kamu sedang mencari ketenangan, petunjuk, atau jalan keluar dari kesulitan—maka carilah ia di sepertiga malam. Karena pada malam yang sunyi, Allah lebih dekat dari yang kita kira.

 

Laporan: Bayu Aji Pamungkas/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.