Berzikir Dengan Ruas Jari, Amalan Yang Dianjurkan Rasulullah Saw

AKURAT.CO Zikir adalah usaha seorang muslim dalam mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, dengan cara senantiasa mengingat-Nya beserta keagungan-Nya.
Berzikir juga berarti menyebut atau mengucapkan nama Allah dan selalu mengingat-Nya.
Berzikir kepada Allah SWT dilakukan dengan mengucapkan kalimat-kalimat zikir seperti subhanalah, alhamdulillah, Allahuakbar dan lainnya.
Melakukan zikir bisa kapan saja dan diamalkan dengan menggunakan ruas-ruas jari, karena Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk selalu berzikir dan mengingat diri-Nya.
Kewajiban melakukan zikir terdapat pada surah An-nisa ayat 103 yang menjelaskan tentang berzikir bisa dilakukan bukan hanya setelah salat saja, tetapi bisa dilakukan dengan berdiri, duduk, maupun berbaring.
فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا
"Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang beriman." (QS. An-Nisa ayat 103).
Menggunakan ruas-ruas jari untuk berzikir merupakan salah satu amalan zikir yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Baca Juga: Dua Dzikir Khusus Bagi Orang Yang Sedang Sakit
Selain berzikir dengan menggunakan tasbih. Ada beberapa hadis yang menjelaskan tentang anjuran berzikir dengan ruas-ruas jari, berikut ini hadis-hadisnya sebagaimana dikutip dari beberapa sumber pada Jumat (13/10/2023).
- Dari Abdullah bin Amr bin Ash Ra, beliau menceritakan. “Saya melihat Rasulullah SAW menghitung zikir beliau dengan tangannya.” (HR. Ahmad)
- “Wahai para wanita Mukminah, kalian harus rajin bertasbih, bertahlil, mensucikan nama Allah. Janganlah kalian lalai, sehingga melupakan rahmat. Hitunglah dengan jari-jari kalian, karena semua jari itu akan ditanya dan diminta untuk berbicara.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan At-Tarmizi).
- “Hitunglah (zikir) itu dengan ruas-ruas jari karena sesungguhnya (ruas-ruas jari) itu akan ditanyakan dan dijadikan dapat berbicara (pada hari kiamat).” (HR. Abu Dawud No. 1345).
Walaupun Rasulullah SAW menganjurkan untuk berzikir menggunakan ruas-ruas jari, berzikir dengan menggunakan kerikil, tasbih, atau tombol zikir modern itu masih tetap diperbolehkan.
Rasulullah SAW tidak mengingkarinya dengan membiarkan sahabatnya melakukan hal demikian.
Ada banyak riwayat yang menjelaskan bahwa Rasulullah membiarkan para sahabatnya berzikir dengan menggunakan alat selain dengan menggunakan ruas-ruas jari.
Baca Juga: Doa Saat Hati Merasa Sedih Dan Bimbang
Sebagaimana Rasulullah SAW melihat salah satu istrinya yang menggunakan kerikil untuk menghitung zikir, dan Rasulullah SAW tetap membiarkannya.
Keutamaan berzikir kepada Allah SWT dijelaskan dalam berbagai ayat Al-Quran, di antaranya ialah termaktub dalam surah Al-Baqarah ayat 152, surah Ar-Rad ayat 28, surah Al-Ahzab ayat 41 dan ayat-ayat lainnya dalam Al-Quran.
فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ
"Maka Ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. "(QS. Al-Baqarah ayat 152).
Orang yang senantiasa berzikir mengingat Allah SWT membuat hati menjadi tenteram, seperti dijelaskan dalam surah Ar-Rad ayat 28 berikut ini;
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ ٢٨
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
Dapat disimpulkan bahwa berzikir menggunakan ruas-ruas jari lebih afdal dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana dijelaskan melalui hadis di atas.
Nabi SAW tidak melarang menggunakan tasbih, kerikil atau alat berzikir modern lainya.
Namun, jika alat bantu berzikir tersebut digunakan hanya karena ingin memperlihatkan diri melakukan zikir maka hal tersebut termasuk perilaku riya dan harus dihindari, karena Allah SWT tidak menyukai hamba-hamba-Nya bersikap riya dan sombong.
Wallahu a’alam bissawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







