AKURAT.CO Salat khauf adalah salat wajib yang dilakukan pada saat umat Islam dalam keadaan berperang melawan musuh atau melindungi diri dari serangan musuh. Salat khauf bukanlah salat tersendiri seperti salat idul fitri atau lainnya, tetapi cara melaksanakan salat khauf adalah seperti salat wajib lima waktu secara berjamaah.
Syariat salat khauf telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan sunah. Allah Ta’ala berfirman:
وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَك
Artinya: “Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu”.
Salat Khauf dapat dilakukan dalam segala bentuk peperangan selama tidak melibatkan kemaksiatan, seperti B dalam peperangan melawan kaum kafir Harbi, melawan orang-orang yang ingin membunuh kaum muslimin atau merampas hartanya. Atau juga bisa dilakukan untuk melarikan diri dari binatang buas.
Tata Cara Salat Khauf
1. Syarat mengerjakan salat khauf
- Dalam peperangan yang mubah
Salat Khauf dapat dikerjakan ketika sedang perang diwajibkan atau diizinkan oleh syariat, seperti perang melawan orang kafir, perang melawan pemberontak atau memerangi orang yang menginginkan pertumpahan darah umat Islam. Dalilnya adalah sebagai berikut:
A. Dari Al-Qur’an
فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا
Artinya: “Maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalat, jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu”.
B. Rukhsah (keringanan) tidak boleh bercampur dengan kemaksiatan
C. Salat khauf itu rukhsah, dan rukhsah boleh dilakukan dalam hal mudah sebagaimana dibolehkan dalam hal-hal yang wajib.
- Yakin adanya musuh
Apabila sekelompok orang melihat bayangan hitam dan mengira itu musuh dan mereka melakukan salat khauf, ternyata itu bukan musuh, sehingga mereka harus mengulangi salatnya. ini juga disepakati jumhur ulama’. Berikut adalah dalilnya:
A. Dari Al-Qur’an
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا
Artinya: “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu meng-qashar salat, jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu”.
B. mereka yang meninggalkan kewajiban salat dengan prasangka palsu harus mengulangi salatnya itu. seperti dalam hadis orang yang membagus lalu lupa membasuh kakinya dan menunaikan salatnya, kemudian dia ingat bahwa dia tidak membasuh kakinya, maka dia harus mengulangi salatnya.
2. Tata Cara salat Khauf
Dalam salat khauf ada bermacam-macam caranya. Nabi Muhammad SAW telah melakukannya di berbagai kesempatan dengan cara yang berbeda-beda, tergantung mana yang melaksanakan salat lebih baik dan lebih aman berjaga-jaga. Jadi bentuknya beda, tapi artinya sama.
- Cara pertama
Cara yang pertama ini disebut juga salat khauf Dzaatur Riqa’, karena Rasulullah SAW melaksanakannya dalam perang tersebut. di perang inilah salat khauf pertama kali disyariatkan. Perincian tata caranya adalah sebagai berikut:
A. Imam membagi jemaah menjadi dua kelompok, kelompok pertama salat bersama imam dan yang kedua menghadap musuh.
B. Imam salat bersama kelompok tersebut satu raka’at.
C. Setelah mereka menyelesaikan rakaat pertama, mereka menyempurnakan salat sendiri-sendiri sedangkan imam tetap berdiri.
D. Kelompok yang telah selesai salat menggantikan kelompok yang berjaga, adapun yang tadi berjaga sekarang salat bersama imam.
E. Imam shalat bersama kelompok kedua satu raka’at.
F. Saat imam tasyahud, kelompok ini menyempurnakan sholat sampai tasyahud bersama imam.
G. Setelah mereka semua tasyahud, imam menutup shalat dengan salam.
- Cara Kedua
Cara ini dilakukan ketika musuh diarah kiblat sebagaimana hadis Jabir bin Abdillah. Kebiasaan kedua itu disebut salat khauf ‘Usfan karena Rasulullah SAW melakukannya dalam peperangan tersebut.
A. Imam membagi jemaah menjadi dua shaf ke belakang.
B. Imam memulai salat dari bertakbiratul ihram sampai bangkit dari rukuk bersama seluruh jemaah.
C. Imam turun untuk sujud bersama shaf depan saja, sedangkan shaf yang di belakang berjaga-jaga.
D. Setelah imam beserta shaf depan selesai dan sudah berdiri, maka shaf belakang melakukan sujud.
E. Selesai sujud, shaf belakang maju ke depan dan shaf depan mundur ke belakang.
F. Imam memulai raka’at kedua, sampai rukuk dan bangkit dari rukuk bersama seluruh jemaah.
G. Setelah bangkit, imam sujud bersama shaf yang sekarang berada di depan (tadi pada rakaat pertama di belakang), sedangkan shaf yang di belakang berdiri berjaga-jaga.
H. Saat imam dan shaf depan bertasyahud, barulah shaf belakang sujud sampai mereka bertasyahud semua, lalu imam salam bersama semua makmum.
- Cara Ketiga
Cara ini dilakukan imam salat bersama sebagian jemaah, menyelesaikan dua rakaat lalu salam, kemudian imam bersama jemaah lainnya, menyelesaikan dua rakaat lalu salam.
Cara ini disebut dengan salat khauf Bathnu Nakhlah, Karena Rasulullah SAW melakukannya disana.
- Cara Keempat
Imam membagi jamaah menjadi dua dan imam sholat bersama tiap kelompok satu raka’at. Perincian tata cara keempat:
A. Imam membagi jemaah menjadi dua, sekelompok salat bersamanya dan kelompok yang lain menghadap musuh.
B. Imam salat dengan kelompok yang pertama satu rakaat penuh.
C. Setelah sempurna satu rakaat, kelompok pertama menggantikan posisi kelompok kedua menghadap musuh.
D. Imam salat dengan kelompok kedua satu rakaat, lalu salam.
E. Lalu kedua kelompok tersebut menyempurnakan salat mereka masing masing.
- Cara Kelima
Imam akan salat satu rakaat dengan kelompok, rakaat lain dengan kelompok, setiap orang mengambil takbir dengan imam dan memberi salam kepada imam. Perincian tata caranya adalah:
A. Imam membagi jamaah menjadi dua kelompok, satu kelompok salat bersama imam dan yang lain menghadap musuh
B. Imam memulai salat dengan takbiratul ihram diikuti oleh semua jemaah, baik yang salat dan yang menjaga
C. Imam salat dengan kelompok pertama satu raka’at lalu mereka bergantian dengan yang menghadap musuh
D. Setelah mereka datang ke barisan shalat mereka salat satu raka’at masing masing sedangkan imam tetap berdiri menunggu mereka
E. Setelah mereka selesai mereka salat bersama imam satu raka’at lalu duduk
F. Lalu yang menghadap musuh datang ke barisan salat dan rukuk lalu sujud dan imam beserta yang bersamanya tetap duduk
G. Setelah mereka semua duduk maka imam salam diikuti semua jemaah
- Cara Keenam (Mengerjakan salat semampunya)
Ketika Waktu salat telah tiba tetapi umat Islam tidak bisa melakukan salat berjemaah; misalnya, karena musuh terlalu banyak dan pertempuran berlangsung lama, sulit bagi mereka untuk berdoa berjemaah, sehingga mereka berdoa sendiri-sendiri sebisa mungkin. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 5Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 7Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 8Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 9Komisaris Sucofindo: Gus Alex Titip Satu Juta Dolar untuk Pansus Haji, Sosok Komsin Disebut Brimob Jujur
- 10Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun





