Akurat Logo

BNPB Cek Ulang Total Wilayah Terdampak Karhutla, Utamakan Keselamatan Warga

Moehamad Dheny Permana | 16 Oktober 2026, 16:51 WIB
BNPB Cek Ulang Total Wilayah Terdampak Karhutla, Utamakan Keselamatan Warga
Pemadaman karhutla di wilayah Kalimantan Tengah. - Foto: Antaranews.com

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana melakukan pemetaan ulang terhadap total luas wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah ini diambil melalui pemantauan satelit demi memperoleh data dan fakta yang akurat di lapangan.

Kepala BNPB, Kristomei Sianturi, menyampaikan hal tersebut menanggapi perbedaan informasi yang beredar.

Sebelumnya, estimasi awal BNPB mencatat luas karhutla berada di kisaran 600 hektare. Sementara, unggahan yang ramai di media sosial, berdasarkan citra satelit NASA, menunjukkan dampak kebakaran telah meluas lebih dari perkiraan.

"Saya akan melakukan konsolidasi total. Saya akan mengecek terlebih dahulu data dan fakta yang ada saat ini berdasarkan satelit," kata Kristomei, di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026) kemarin.

Baca Juga: Ratusan Ribu Warga Terserang ISPA, Kalteng Diminta Jadi Wilayah KLB Karhutla

Ia menjelaskan, verifikasi data luas karhutla akan memanfaatkan penggabungan teknologi pemantauan dari sistem SiPongi milik Kementerian LHK serta citra satelit NASA.

Setelah proses penghitungan menyeluruh selesai, BNPB berjanji akan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik.

"Misalnya, ada SiPongi, kemudian hasil pemantauan NASA. Berapa sebenarnya luas wilayah yang terbakar? Itu bisa dihitung. Dampaknya seperti apa juga akan kita lihat, lalu akan diumumkan," ujarnya.

Di luar proses verifikasi luas lahan, Kristomei menegaskan prioritas utama BNPB saat ini adalah keselamatan warga. Penanganan bencana di lapangan difokuskan untuk mencegah timbulnya korban jiwa.

"Yang paling penting adalah jangan sampai ada korban. Itu yang pertama. Apa pun kebakaran dan bencananya, hal utama yang harus kita kerjakan adalah memastikan tidak ada korban. Itu nomor satu," jelasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.