Akurat Logo

Hampir Lima Ribu Sekolah di Sumatera Kembali Laksanakan Kegiatan Belajar Mengajar

Ayu Rachmaningtyas | 24 September 2026, 23:18 WIB
Hampir Lima Ribu Sekolah di Sumatera Kembali Laksanakan Kegiatan Belajar Mengajar
Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menyebut keberlanjutan proses belajar mengajar menjadi salah satu capaian penting dalam pemulihan pendidikan. - Foto: Puspen Kemendagri

AKURAT.CO Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal percepatan pemulihan fasilitas pendidikan terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hingga 22 September 2026, sebanyak 4.922 sekolah terdampak telah kembali melaksanakan pembelajaran.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri yang juga Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, dalam Rakor Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumut, Sumbar di Bidang Pendidikan yang berlangsung di Posko Satgas PRR, Jakarta, pada Rabu (23/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Tito mendengarkan paparan mengenai progres pemulihan sektor pendidikan di tiga provinsi terdampak.

Ia menilai keberlanjutan proses belajar mengajar menjadi salah satu capaian penting dalam pemulihan pendidikan pascabencana. Meski jumlah sekolah terdampak mencapai ribuan, proses pembelajaran telah kembali berjalan di seluruh sekolah terdampak.

Baca Juga: Kemensos Cairkan Bantuan Jaminan Hidup Rp432,3 Miliar untuk Korban Terdampak Bencana di Sumatera

"Good news-nya tidak ada yang total semuanya di tenda seperti dulu. Sudah selesai. Tinggal dua saja yang masih sebagian di tenda karena tidak mencukupi," kata Tito.

Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tetap perlu dilakukan mengingat masih terdapat sejumlah sekolah yang menghadapi kendala pembangunan.

Perbedaan kondisi geografis, kerusakan akses, ketersediaan material, hingga bencana susulan turut memengaruhi kecepatan pemulihan di setiap daerah.

"Jadi memang karena jumlahnya masif yang 4.922 (sekolah), tidak mungkin diselesaikan dalam waktu yang sangat cepat," ujarnya.

Untuk mempercepat penyelesaian pemulihan sekolah, Tito meminta adanya pendampingan intensif, khususnya terhadap sekolah dengan progres fisik di bawah 50 persen.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.