Akurat Logo

Upbit Indonesia Perkuat Komitmen Sosial Melalui Aksi Kemanusiaan di Flores dan Edukasi Anak di Medan

Wahyu SK | 23 September 2026, 16:45 WIB
Upbit Indonesia Perkuat Komitmen Sosial Melalui Aksi Kemanusiaan di Flores dan Edukasi Anak di Medan
Upbit Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Flores. - Foto: Upbit Indonesia

AKURAT.CO Di tengah berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan di sejumlah wilayah Indonesia, kolaborasi antara sektor swasta, komunitas, dan organisasi sosial memiliki peran penting dalam memastikan dukungan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai bagian dari komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat, Upbit Indonesia menjalankan dua kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Flores, Nusa Tenggara Timur; dan Medan, Sumatera Utara.

Kedua kegiatan tersebut memiliki fokus berbeda. Mulai dari dukungan kemanusiaan dan pemulihan pascabencana hingga penyediaan ruang belajar, serta edukasi keselamatan bagi anak-anak.

CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, mengatakan bahwa kontribusi perusahaan di Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui edukasi dan pengembangan ekosistem aset digital. Melainkan juga melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Bagi kami, tumbuh di Indonesia juga berarti tumbuh bersama masyarakat Indonesia. Upbit ingin berkontribusi tidak hanya melalui edukasi aset digital, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kemanusiaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," jelasnya, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga: Marak Phishing dan Penyalahgunaan OTP, Upbit Indonesia Bagikan Langkah Aman Melindungi Akun Aset Digital

Dukung Pemulihan Penyintas Gempa di Flores

Pada 5 September 2026, Upbit Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Andaru Selaras (YAS) untuk memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, serta membantu penyaluran bantuan kepada kelompok yang membutuhkan.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Manggarai, di mana sekitar 47.840 warga mengungsi dan 17.108 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

Di sejumlah titik pengungsian, masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, fasilitas sanitasi, penerangan, perlengkapan tidur, serta kebutuhan khusus bagi perempuan, bayi, dan keluarga.

Melalui kolaborasi tersebut, bantuan disalurkan dalam bentuk berbagai kebutuhan dasar. Antara lain selimut, matras, terpal, hygiene kit, dignity kit, baby kit, dukungan penyediaan air bersih dan paket pangan keluarga.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, aspek pemulihan psikososial juga menjadi bagian dari kegiatan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK