LRT Velodrome-Manggarai Jangan Sampai Jadi Beban APBD Jakarta

AKURAT.CO Pengoperasian LRT Jakarta relasi Velodrome-Manggarai mendapat sambutan positif. Perluasan jaringan LRT penting untuk memperbanyak pilihan transportasi publik sekaligus meningkatkan mobilitas warga.
"Untuk memperbanyak transportasi publik dan meningkatkan mobilitas, tentu kami setuju dan mendukung," kata Anggota Komisi B DPRD Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Eustacia, saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Namun di balik tambahan pilihan perjalanan bagi warga itu, ada pekerjaan rumah yang menanti, yaitu memastikan kereta itu tidak terus bergantung pada subsidi APBD. Pengelola tidak bisa hanya mengandalkan subsidi pemerintah daerah untuk menjaga layanan tetap berjalan.
Baca Juga: Pramono Masih Koordinasi dengan KAI untuk Integrasikan LRT dengan Stasiun Manggarai
Francine mendorong LRT Jakarta mengoptimalkan pendapatan non-farebox. Sumber pendapatan di luar tiket itu dinilai penting untuk mengurangi beban subsidi APBD.
Di sisi lain, dia menyoroti jumlah penumpang LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome yang dinilainya belum optimal. Kapasitas rangkaian kereta menjadi salah satu aspek yang menurut dia perlu dievaluasi.
"Kalau kita bandingkan dengan MRT, jumlah gerbongnya jauh lebih banyak dan satu gerbong kapasitasnya juga lebih besar," ujarnya.
Menurutnya, rangkaian LRT yang lebih sedikit membuat kapasitas penumpang dalam sekali perjalanan ikut terbatas. Karena itu, dia meminta pengelola menjelaskan pertimbangan di balik jumlah gerbong yang digunakan.
Baca Juga: LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Tetap Rp5.000 hingga Oktober
"LRT ini karena lebih kecil skalanya, sementara gerbongnya sendiri juga lebih sedikit sehingga ketika sekali jalan pengangkutan penumpangnya lebih sedikit," kata dia.
Francine juga mengingatkan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna sebelum jalur Velodrome-Manggarai beroperasi penuh dan integrasi menjadi kunci. Akses pejalan kaki menuju stasiun harus mudah, dan jaringan LRT perlu terhubung dengan MRT, TransJakarta, serta JakLingko.
"Transportasi ini harus saling berkaitan dan bisa saling berhubungan, antara LRT, MRT, maupun TransJakarta dengan JakLingko," lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
- 10Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun







