Akurat Logo

LRT Velodrome-Manggarai Jangan Sampai Jadi Beban APBD Jakarta

Okto Rizki Alpino | 26 Agustus 2026, 21:40 WIB
LRT Velodrome-Manggarai Jangan Sampai Jadi Beban APBD Jakarta
Suasana Stasiun LRT Manggarai sebelum diresmikan. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Pengoperasian LRT Jakarta relasi Velodrome-Manggarai mendapat sambutan positif. Perluasan jaringan LRT penting untuk memperbanyak pilihan transportasi publik sekaligus meningkatkan mobilitas warga.

"Untuk memperbanyak transportasi publik dan meningkatkan mobilitas, tentu kami setuju dan mendukung," kata Anggota Komisi B DPRD Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Eustacia, saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Namun di balik tambahan pilihan perjalanan bagi warga itu, ada pekerjaan rumah yang menanti, yaitu memastikan kereta itu tidak terus bergantung pada subsidi APBD. Pengelola tidak bisa hanya mengandalkan subsidi pemerintah daerah untuk menjaga layanan tetap berjalan.

Baca Juga: Pramono Masih Koordinasi dengan KAI untuk Integrasikan LRT dengan Stasiun Manggarai

Francine mendorong LRT Jakarta mengoptimalkan pendapatan non-farebox. Sumber pendapatan di luar tiket itu dinilai penting untuk mengurangi beban subsidi APBD.

Di sisi lain, dia menyoroti jumlah penumpang LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome yang dinilainya belum optimal. Kapasitas rangkaian kereta menjadi salah satu aspek yang menurut dia perlu dievaluasi.

"Kalau kita bandingkan dengan MRT, jumlah gerbongnya jauh lebih banyak dan satu gerbong kapasitasnya juga lebih besar," ujarnya.

Menurutnya, rangkaian LRT yang lebih sedikit membuat kapasitas penumpang dalam sekali perjalanan ikut terbatas. Karena itu, dia meminta pengelola menjelaskan pertimbangan di balik jumlah gerbong yang digunakan.

Baca Juga: LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Tetap Rp5.000 hingga Oktober

"LRT ini karena lebih kecil skalanya, sementara gerbongnya sendiri juga lebih sedikit sehingga ketika sekali jalan pengangkutan penumpangnya lebih sedikit," kata dia.

Francine juga mengingatkan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna sebelum jalur Velodrome-Manggarai beroperasi penuh dan integrasi menjadi kunci. Akses pejalan kaki menuju stasiun harus mudah, dan jaringan LRT perlu terhubung dengan MRT, TransJakarta, serta JakLingko.

"Transportasi ini harus saling berkaitan dan bisa saling berhubungan, antara LRT, MRT, maupun TransJakarta dengan JakLingko," lanjutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.