Bendera Bulan Bintang Picu Bentrokan, Pemprov Aceh Minta Kepastian ke Kemendagri

AKURAT.CO Pemerintah Aceh dan DPR Aceh sepakat meminta kepastian kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait status dan penggunaan Bendera Bulan Bintang.
Langkah tersebut diambil setelah pengibaran bendera yang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memicu kericuhan di Banda Aceh.
Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh yang digelar setelah insiden di Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (15/8/2026).
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan, Pemprov Aceh dan DPR Aceh akan bersama-sama berkonsultasi dengan Kemendagri untuk memperoleh kejelasan mengenai penggunaan bendera tersebut.
"Hasil rapat untuk menjadi kesepakatan bersama. Mengenai Bendera Bulan Bintang, Pemerintah Aceh dan DPR Aceh bersama-sama berkonsultasi dengan Kemendagri," kata Nurlis di Banda Aceh, Minggu (16/8/2026).
Rapat Forkopimda dihadiri Wakil Gubernur Aceh, Ketua DPR Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, serta sejumlah unsur terkait.
Sebelumnya, kericuhan terjadi di halaman Masjid Raya Baiturrahman saat pelaksanaan zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21.
Situasi memanas setelah massa mengibarkan Bendera Bulan Bintang di tiang utama masjid. Aparat sempat meminta massa menurunkan bendera tersebut, tetapi permintaan itu tidak diindahkan.
Ketegangan kemudian berkembang menjadi aksi saling lempar antara massa dan aparat hingga meluas ke jalan di depan masjid. Aparat akhirnya membubarkan massa menggunakan gas air mata.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan kegiatan zikir sebenarnya telah selesai ketika kericuhan terjadi.
"Pelaksanaan zikir pada peringatan HDA ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman telah selesai. Walaupun sempat terjadi kericuhan saat acara zikir, situasi dapat segera dikendalikan dan tetap kondusif," kata Joko, Sabtu (15/8/2026).
Personel gabungan masih disiagakan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman. TNI dan Polri juga meningkatkan patroli di sejumlah wilayah Aceh untuk mengantisipasi gangguan keamanan.
Baca Juga: Logo Kemenhan Mejeng di Kapal Pesiar Haji Isam, Ini Penjelasannya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver








