Sekda Sumsel Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

AKURAT.CO Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin (27/4/2026).
Upacara tersebut diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.”
Dalam kesempatan itu, Edward membacakan amanat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ia menyampaikan, tema tahun ini menekankan pentingnya kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, yang harus dijalankan melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
“Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar pembangunan nasional tidak akan tercapai secara optimal,” ujarnya.
Edward menekankan sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat, di antaranya integrasi perencanaan dan penganggaran antara pusat dan daerah untuk menghindari tumpang tindih program serta meningkatkan efektivitas pembangunan.
Selain itu, reformasi birokrasi berbasis hasil juga menjadi sorotan, dengan dorongan pada digitalisasi terintegrasi dan inovasi daerah agar pelayanan publik lebih modern dan responsif.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kemandirian fiskal daerah.
Baca Juga: Kylian Mbappe Cedera Paha Kiri, Berpotensi Absen Bela Real Madrid di El Clasico
Menurutnya, ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih menjadi tantangan yang perlu diatasi agar daerah lebih fleksibel dalam merespons kebutuhan pembangunan.
Kolaborasi antar daerah turut menjadi perhatian, mengingat berbagai persoalan seperti transportasi, pengelolaan lingkungan, hingga pengendalian banjir merupakan isu lintas wilayah yang membutuhkan penanganan bersama.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga diminta fokus pada peningkatan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, serta pengentasan ketimpangan antarwilayah.
Edward menegaskan bahwa otonomi daerah harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk berinovasi, namun tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga mengajak seluruh kepala daerah untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, saya yakin berbagai tantangan dapat dihadapi secara optimal,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan









