Jalur Tarutung–Sibolga Rawan Longsor Jelang Mudik, Pemerintah Minta Pemudik Waspada

AKURAT.CO Pemerintah menyoroti kondisi jalur Tarutung–Sibolga di Sumatera Utara yang masih rawan longsor menjelang arus mudik Lebaran.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggono, menyebut penanganan permanen di kawasan tersebut membutuhkan waktu panjang karena kondisi geografis yang cukup berat.
Meski demikian, Dody memastikan secara umum kondisi jalan nasional di wilayah Sumatera sudah dalam keadaan baik dan siap mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik.
“Sumatera secara umum sudah baik. Namun untuk daerah bencana di Sumatera Utara, khususnya jalur Tarutung–Sibolga, kondisinya memang masih cukup berat,” ujar Dody kepada wartawan usai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan jalur tersebut memiliki risiko longsor yang tinggi karena berada di kawasan perbukitan dengan kondisi tanah yang labil di sejumlah titik.
“Tapi saya sudah tekankan minimal jalannya tidak berlubang dulu. Karena perbaikan di sana harus permanen, tidak bisa setengah-setengah. Kondisinya cukup berat dengan potensi longsoran di kanan dan kiri jalan,” katanya.
Menurut Dody, perbaikan tidak bisa dilakukan secara parsial karena kerusakan sering muncul di berbagai titik sepanjang jalur tersebut.
“Jadi tidak bisa hanya ditangani secara spot-spot,” ujarnya.
Sebagai langkah sementara menjelang mudik Lebaran, pemerintah memprioritaskan penutupan lubang jalan serta pemasangan penerangan di titik-titik yang rawan longsor.
Baca Juga: Prabowo Bangga dengan Prestasi Setahun Danantara, Return on Asset Naik 300 Persen
“Paling tidak lubang-lubang ditutup dulu, lalu di titik rawan longsor dipasang penerangan. Jadi ketika pemudik melintas, terutama malam hari atau saat hujan, potensi longsor bisa terlihat lebih jelas,” jelasnya.
Dody menambahkan proses penanganan di jalur tersebut masih terus berlangsung dan pemerintah terus memantau kondisi di lapangan.
“Masih dalam proses. Saya juga kemarin sudah turun langsung ke sana untuk mengecek,” katanya.
Ia juga mengakui perbaikan permanen di jalur Tarutung–Sibolga tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat karena kondisi perbukitan yang sangat rentan.
“Kalau Tarutung–Sibolga memang tidak akan pernah benar-benar selesai. Tetap harus dijaga dan dipantau terus karena kondisi bukitnya sudah sangat rawan,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah mengimbau para pemudik yang melintasi jalur tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hari atau ketika hujan turun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah










