Akurat Logo

Kemensos Penuhi Kebutuhan Dasar Ribuan Warga Terdampak Banjir Bandang di Nagekeo

Atikah Umiyani | 15 September 2025, 10:39 WIB
Kemensos Penuhi Kebutuhan Dasar Ribuan Warga Terdampak Banjir Bandang di Nagekeo

AKURAT.CO Pemerintah berkomitmen dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Banjir bandang yang dipicu hujan besar dan meluapnya Sungai Lewoledeho ini berdampak besar bagi masyarakat sehingga ditetapkan sebagai status tanggap darurat.

"Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, Tagana dan unsur terkait terus berupaya memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Penanganan darurat dilakukan secara terpadu agar masyarakat bisa segera bangkit dari situasi sulit ini," jelas Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dalam keterangannya, Senin (15/9/2025).

Baca Juga: BNPB: 24 Bencana Terjadi dalam Dua Hari, Banjir dan Longsor Mendominasi

Berdasarkan data sementara, bencana tersebut mengakibatkan enam orang meninggal dunia, tiga orang masih dalam pencarian serta sejumlah korban luka dalam perawatan.

Selain korban jiwa, tercatat 39 rumah hanyut terbawa arus, 17 rumah rusak berat dan 48 rumah rusak ringan.

Total sebanyak 1.271 jiwa terdampak, sebagian besar mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Banjir Bali, Dengarkan Langsung Keluhan Warga

Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, Tagana serta berbagai unsur terkait bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Evakuasi warga terdampak segera dilakukan disertai pencarian korban hilang oleh Tim SAR gabungan.

Kemensos juga melakukan verifikasi dan validasi data korban untuk memastikan penyaluran santunan berjalan tepat sasaran.

Untuk pemenuhan kebutuhan dasar, dapur umum lapangan didirikan di Kantor Kecamatan Mauponggo dengan kapasitas produksi 3.813 porsi makanan per hari.

Baca Juga: Geliatkan Ekonomi, Gibran Minta Perbaikan Infrastruktur Pasar Badung Pasca Banjir Dipercepat

Hingga 14 September, tercatat 5.013 porsi makanan telah didistribusikan kepada warga terdampak.

Dukungan logistik terus disalurkan dengan total nilai Rp644,3 juta. Bantuan meliputi makanan siap saji, makanan anak, family kit, kidsware, selimut, kasur, tenda gulung serta tenda keluarga portable.

Distribusi bantuan dilakukan melalui Gudang Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Sentra Efata Kupang dan Dinas Sosial Provinsi NTT.

Baca Juga: Banjir Bandang Bali Memakan Korban, DPR: Tata Ruang Harus Jadi Perhatian Serius

Pemerintah daerah juga menyalurkan tambahan beras, mie instan serta perlengkapan dasar lainnya.

Pemkab Nagekeo telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem selama 21 hari, terhitung 9-30 September 2025.

Status ini memperkuat koordinasi lintas kementerian, lembaga dan forkopimda, termasuk rapat koordinasi yang dipimpin kepala BNPB untuk mempercepat penanganan pascabencana.

Baca Juga: Mensos Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bali, Warga Diminta Waspadai Bencana Susulan

Saat ini, warga terdampak masih bertahan di rumah kerabat. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang.

Kondisi cuaca di lokasi kejadian masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, sehingga petugas bersama masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK