Delegasi Afghanistan Temui Gubernur Aceh, Pelajari Penerapan Syariat Islam di Masyarakat

AKURAT.CO Delegasi masyarakat sipil Afghanistan bersama Southeast Asia Woman Peace Mediator (SEAWPM) mengunjungi Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, di Banda Aceh pada Selasa (24/12/2024).
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari penerapan syariat Islam di Aceh sebagai inspirasi penerapan hukum Islam yang selaras dengan nilai-nilai lokal di Afghanistan.
"Kami berharap pengalaman Aceh dapat menjadi inspirasi bagi Afghanistan untuk menerapkan syariat Islam yang sesuai dengan nilai-nilai lokal," ujar Safrizal saat menyambut rombongan di Pendopo Gubernur Aceh, seperti dikutip dari keterangan media.
Dalam pertemuan tersebut, Safrizal menjelaskan bahwa Aceh merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki kewenangan khusus untuk menerapkan syariat Islam secara formal.
Baca Juga: LKBH Nurul Iman Apresiasi Langkah Kejati Aceh Bongkar Dugaan Korupsi di FIF Group Lhokseumawe
Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, yang lahir dari hasil kesepakatan damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia pada 2005.
Safrizal juga memaparkan berbagai aspek penerapan syariat Islam di Aceh, meliputi hukum pidana, perbankan syariah, pendidikan berbasis agama, hingga tata kelola pemerintahan.
Sebagai penunjang, Aceh memiliki institusi khusus bernama wilayatul hisbah atau polisi syariat, yang bertugas mengawasi pelaksanaan syariat di masyarakat.
"Salah satu institusi yang menjadi penopang penerapan ini adalah wilayatul hisbah (polisi syariat) yang bertugas mengawasi pelaksanaan syariat di masyarakat," jelas Safrizal.
Ia menambahkan, Pemerintah Aceh siap berbagi pengalaman dengan Afghanistan mengenai penerapan syariat Islam yang telah berlangsung lama.
Safrizal juga berharap Afghanistan dapat mencapai stabilitas dan keharmonisan melalui pendekatan serupa.
"Kami juga mendoakan semoga Afghanistan berhasil mencapai stabilitas dan keharmonisan melalui pendekatan ini," katanya.
Ketua delegasi Afghanistan, Muhammad Bashir Sulimankhel, yang juga menjabat sebagai Secretariat Coordinator-VAP The Liaison Office-Voice of The Afghan People, menyampaikan kekagumannya terhadap keberhasilan Aceh dalam menerapkan syariat Islam.
Baca Juga: Hutama Karya Operasikan Tol Sigli-Banda Aceh dan 3 Ruas Lainnya Selama Nataru 2024
"Kami melihat Aceh sebagai contoh sukses penerapan hukum Islam yang selaras dengan pembangunan masyarakat. Ini menjadi inspirasi bagi kami di Afghanistan," ujarnya.
Sebagai informasi, Aceh telah beberapa kali menjadi rujukan bagi Afghanistan. Pada 2017, delegasi Afghanistan yang dipimpin oleh Deputy High Peace Council Afghanistan juga datang ke Aceh untuk mempelajari pengalaman penyelesaian konflik melalui perjanjian damai Helsinki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








