Akurat Logo

Tiga Kelompok Terkait Rusuh Babarsari Minta Maaf, Sepakat Jaga Kondusifitas DIY

| 7 Juli 2022, 21:47 WIB
Tiga Kelompok Terkait Rusuh Babarsari Minta Maaf, Sepakat Jaga Kondusifitas DIY

AKURAT.CO Tiga kelompok warga terkait kerusuhan di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, meminta maaf atas kegaduhan yang mereka timbulkan dalam beberapa hari terakhir.

Hari ini, Kamis (7/7/2022) mereka mendatangi Mapolda DIY di Sleman. Masing-masing dari tiga kelompok itu adalah perwakilan Forum Pemuda NTT, Ikatan Pelajar-Mahasiswa Papua, dan Perhimpunan Amkei DIY mewakili warga Maluku.

Sekjen Forum Pemuda NTT Talla Alor meminta maaf kepada gubernur, kapolda, serta masyarakat DIY atas segala kejadian yang memicu kerusuhan di Babarsari tempo hari.

"Memohon maaf yang sebesar-besarnya buat seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Warga DIY yang beberapa hari kemarin terganggu dan terusik atas kejadian kemarin," kata Talla Alor.

Talla Alor mengeklaim jika rangkaian kasus kekerasan yang terjadi beberapa waktu terakhir di Babarsari dan Jambusari tidak lain adalah akibat selisih paham antara oknum dari tiga kelompok warga yang hari ini mendatangi Polda DIY.

Dia berujar, para perwakilan dari warga NTT, Maluku, dan Papua di DIY telah sepakat bersama-sama mencegah friksi satu warga di kemudian hari.

"Kami mempercayakan yang sudah terjadi diproses hukum seadil-adilnya oleh aparat hukum di DIY," tuturnya.

Perwakilan Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua, Marinus juga meminta maaf atas kasus kericuhan di Babarsari. Pihaknya berjanji ke depan akan terus menjaga kondusifitas di DIY.

Marinus meminta pelaku kasus kekerasan di Jambusari yang melukai salah seorang anggotanya bisa diproses sesusai hukum berlaku.

"Kami mengucapkan permohonan maaf kepada warga Yogyakarta atas hal-hal yang kami rasa bentuk emosional, bentuk keraguan kami terhadap pihak keamanan yang dilampiaskan ke hal-hal yang tidak diinginkan bersama," kata Marinus.

Ketua Perhimpunan AMKEI DIY Rais Kei selain meminta maaf juga berkomitmen bakal menjaga kerukunan antara warga NTT, Papua, dan Maluku di DIY.

"Mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian hari Sabtu kemarin dan ke depan kami dari Maluku akan menjaga keamanan dan ketertiban di DIY," ujar Rais Kei.

Diberitakan sebelumnya, kasus kericuhan terjadi di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin (4/7) siang mengakibatkan ruko rusak dan tujuh unit sepeda motor terbakar.

Polda DIY membeberkan, kericuhan dipicu ketidakpuasan suatu kelompok atas penanganan perkara kasus penyerangan terhadap tiga orang di Jambusari, Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu (2/7/2022) pagi hari sebagai imbas keributan di tempat karaoke, Babarsari, dini harinya.

Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, satu dari dua tersangka kasus penyerangan Jambusari yakni AL alias L menyerahkan diri ke Polda DIY, Kamis (7/7) pagi usai ditetapkan sebagai buron sehari sebelumnya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.