Akurat Logo

Anak Kembar di Bantul Kehilangan Seluruh Anggota Keluarga dalam 5 Hari Karena Covid-19

| 5 Agustus 2021, 16:59 WIB
Anak Kembar di Bantul Kehilangan Seluruh Anggota Keluarga dalam 5 Hari Karena Covid-19

AKURAT.CO, Sepasang anak kembar warga Pendowoharjo, Sewon, Bantul, DIY, kehilangan seluruh anggota keluarganya dalam lima hari. Mereka meninggal usai terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY Erlina Hidayati Sumardi menyebut kedua anak berusia 13 tahun itu kehilangan ayah, ibu, kakak, dan nenek pada penghujung Juli 2021 kemarin.

"Dalam 5 hari kedua orang tuanya, kakaknya, neneknya, meninggal dunia," kata Erlina saat dihubungi, Rabu (4/8/2021).

Diceritakan Erlina, mulanya kedua anak ini tinggal di asrama sebuah pondok pesantren (ponpes) di Lendah, Kulon Progo. Kemudian, mereka dipulangkan menyusul adanya penyebaran Covid-19 di ponpes.

"Nah nggak tahu apakah si anak yang tadinya OTG lalu menularkan atau keluarganya sudah terpapar dulu. Saya belum tahu info pastinya," sambungnya.

Kata Erlina, kedua anak itu sekarang memang berstatus terkonfirmasi Covid-19. Mereka tengah menjalani isolasi mandiri di rumah pamannya.

Pihaknya tetap memastikan kebutuhan atau hak-hak kedua anak tersebut terpenuhi. Diawali dari pendampingan psikologi secara daring.

"Selama masih bisa telekonseling psikologinya itu dilakukan. Selama mereka masih isoman itu telekonseling lewat WA. Cuma memang dari sisi yang lebih bagus, pendampingan psikologi harus face to face karena bisa melihat muka, feelnya dan sebagainya dari anak-anak. Kalau sudah selesai isoman kami datangi," imbuhnya.

Lebih jauh, Erlina menyebut berdasarkan hasil pendataan sementara sejauh ini tercatat ada 150 anak di DIY yang menyandang status yatim piatu lantaran orang tua mereka meninggal akibat Covid-19.

"Ada yang yatim piatu artinya sekaligus dua-duanya orang tuanya meninggal, ada yang salah satu (meninggal)," sebutnya.

Seperti si kembar tadi, DP3AP2 DIY juga akan membantu memenuhi hak-hak mereka. Meliputi dukungan psikologis, pemantauan kesehatan, kemudahan akses memperoleh pendidikan layak, dan lain sebagainya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.