Wakil Ketua MPR Apresiasi Pencapaian Karimun Jawa Sebagai Cagar Biosfer Dunia

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, atas ditetapkannya kawasan Karimun Jawa sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO. Pencapaian tersebut diharapkan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
"Pengakuan terhadap kawasan Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah sebagai bagian dari cagar biosfer dunia sangat membanggakan kita semua," ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/11/2020).
Akhir Oktober lalu, ungkap Lestari, Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menerima keputusan UNESCO terkait status Karimun Jawa sebagai bagian dari cagar biosfer dunia itu, secara virtual.
Lestari mengatakan, penetapan Karimun Jawa sebagai cagar biosfer dunia dilakukan melalui sidang ke-32 The International Co-ordinating Council of the Man and the Biosphere (ICC MAB) UNESCO pada tahun ini. Sidang tersebut juga menetapkan 24 cagar biosfer baru lainnya dari berbagai belahan dunia.
"Status cagar biosfer yang ditetapkan UNESCO terhadap kawasan Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah, harus dijaga dan dimanfaatkan untuk meningkatkan upaya pelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat," tegas Ririe sapaan akrab Lestari.
Maka demikian, setelah pengakuan UNESCO terhadap kelayakan kawasan Karimun Jawa sebagai cagar biosfer, menurut Rerie, upaya promosi terhadap kawasan Karimunjawa harus ditingkatkan.
Selain itu, Legislator Partai NasDem dari Dapil II Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Kudus, Demak dan Jepara ini berpendapat, agar pemerintah daerah juga segera memanfaatkan momentum ini untuk mengemas kawasan Karimun Jawa sebagai tujuan wisata yang mengedepankan aspek lingkungan.
Karena baginya, upaya kreatif setiap pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menarik perhatian masyarakat lokal dan dunia terhadap potensi di daerahnya, yang tujuan akhirnya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan setiap daerah.
"Narasi terkait potensi kepedulian terhadap lingkungan di kawasan Karimun Jawa dan keseimbangan ekosistemnya, harus dioptimalkan agar kepedulian masyarakat terhadap lingkungan pun meningkat," pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini



