Akurat Logo

Banjir Jakarta Tak Terelakkan, Pramono Minta Maaf

Citra Puspitaningrum | 8 Juli 2025, 19:31 WIB
Banjir Jakarta Tak Terelakkan, Pramono Minta Maaf

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang hingga kini masih terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu (6/7/2025) lalu.

Diketahui, hingga hari ini, Selasa (8/7/2025), tercatat sekitar 25 RW di Ibu Kota masih dilanda genangan.

"Secara khusus saya juga ingin meminta maaf kepada warga yang terdampak. Karena sekarang ini masih ada beberapa warga yang terdampak banjir satu hari sebelumnya, termasuk di daerah ini," kata Pramono, saat meninjau langsung titik banjir di Tanggul Inspeksi Kali Ciliwung, Rajawati, Jakarta Selatan.

Baca Juga: 20 Tahun Tak Tersentuh, Kini 200 Titik Jakarta Dikeruk demi Cegah Banjir

Dia menegaskan, banjir yang terjadi bukan sesuatu yang direncanakan dan sudah seharusnya pemerintah bersikap rendah hati kepada masyarakat.

"Tadi saya juga mendapatkan laporan dari Ibu Kepala Dinas SDA. Beliau datang pagi-pagi meminta maaf kepada warga. Kita enggak usah malu untuk meminta maaf kepada warga. Karena ini bukan sesuatu yang kita rencanakan," imbuhnya.

Dia pun menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air Pemprov Jakarta untuk segera mengatasi berbagai sumbatan yang ditemukan di sepanjang saluran air agar tidak menimbulkan genangan baru.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, proses penanganan jangka panjang melalui proyek normalisasi Sungai Ciliwung kini mulai bergerak. Dari total 14 penetapan lokasi (penlok), empat sudah ditandatangani, terdiri dari dua di Jakarta Selatan dan dua di Jakarta Timur.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Belum Diperlukan, Pramono: Banjir Jakarta Bukan karena Hujan

Pramono juga menekankan bahwa pembebasan lahan untuk proyek ini harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis. "Jadi pendekatannya bukan kemudian yang seperti menggunakan kekuasaan. Saya enggak mau," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Pemprov Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menambahkan proses pembayaran lahan direncanakan akan dilakukan pada bulan depan. Saat ini, pihaknya menunggu Kementerian Pekerjaan Umum untuk mulai pengerjaan fisik proyek.

"Kami tinggal menunggu Kementerian PU untuk melakukan pekerjaan fisik," kata Ika.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi permanen dalam mengatasi banjir tahunan di Jakarta, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti bantaran Kali Ciliwung.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.