Wamenkop Ferry Juliantono: PIK2 Kawasan Maju yang Perlu Hadirkan Koperasi Lokal

AKURAT.CO Wakil Menteri Koperasi dan UKM (Wamenkop) Republik Indonesia, Ferry Juliantono, mengungkapkan pandangannya terhadap kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) sebagai salah satu kawasan paling progresif dan modern di Indonesia saat ini.
Menurut dia, PIK2 berhasil menampilkan wajah metropolitan yang rapi, tertata, dan penuh peluang ekonomi.
“PIK2 merupakan satu kawasan yang advance, karena sudah modern dan menggambarkan wajah metropolitan dari satu kawasan,” ujar Ferry dalam kunjungannya belum lama ini.
Ia melihat pengembangan PIK2 sebagai representasi dari kemajuan kota yang tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga mampu membuka ruang tumbuh bagi ekonomi rakyat.
Namun demikian, Ferry mendorong agar koperasi juga diberi ruang tumbuh di kawasan ini sebagai pilar penting demokratisasi ekonomi.
“Saya berharap di kawasan ini nanti juga ada kantor koperasi. Koperasi-koperasi desa kelurahan merah putih juga akan kami dorong untuk segera dibentuk di lingkungan PIK2,” terang Ferry.
Baca Juga: Resmikan Pembangunan 55 Pembangkit EBT, Prabowo Optimis Indonesia Bisa Swasembada Energi
Ia menambahkan, kehadiran koperasi akan memberikan dampak signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Menurut Ferry, koperasi bisa menjadi jembatan antara masyarakat dengan potensi pasar yang besar di kawasan seperti PIK2.
“Kawasan sebesar ini harus bisa menghadirkan semangat kolaboratif, bukan sekadar kompetisi pasar. Koperasi bisa menjadi penghubung antara sektor formal dan warga sekitar yang ingin tumbuh bersama,” katanya.
Ferry berharap ke depan PIK2 dapat menjadi contoh kawasan metropolitan yang bukan hanya inklusif dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari segi kepemilikan ekonomi yang adil dan partisipatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat
- 10KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji








