Akurat Logo

Pemerintah Diminta Respons Cepat Tangani Korban Bencana di Sukabumi

Paskalis Rubedanto | 6 Desember 2024, 10:43 WIB
Pemerintah Diminta Respons Cepat Tangani Korban Bencana di Sukabumi

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, meminta pemerintah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat dalam menangani korban bencana alam yang melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ia menegaskan pentingnya penyaluran bantuan secara cepat dan merata kepada masyarakat terdampak.

“Kami berduka atas bencana alam yang terjadi di Kabupaten Sukabumi. Pemerintah bersama BNPB melalui BPBD dan instansi terkait harus segera memberikan respons cepat dan terukur demi membantu masyarakat,” ujar Cucun dalam keterangannya, Jumat (6/12/2024).

Cucun menyoroti pentingnya penanganan terpadu, mulai dari pencarian dan penyelamatan korban hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Baca Juga: Kasus Mafia Peradilan Eks Pegawai MA Zarof Ricar Harus Diusut Tuntas

Ia meminta tim SAR gabungan untuk terus melakukan penyusuran agar memastikan tidak ada warga yang masih terjebak di lokasi bencana.

“Pemerintah wajib memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti akses listrik, makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara. Tim SAR juga harus memastikan tidak ada korban yang terlewat dalam proses penyelamatan,” imbuhnya.

Cucun meminta BNPB dan BPBD mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta elemen masyarakat.

Menurutnya, percepatan distribusi bantuan sangat diperlukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“BNPB-BPBD harus berada di garis depan dengan tim cepat tanggap yang terdiri dari tenaga ahli di bidang SAR, logistik, kesehatan, dan keamanan. Kebutuhan mendesak seperti makanan, air bersih, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan khusus anak-anak, lansia, dan ibu hamil/menyusui harus segera disalurkan,” tegasnya.

Baca Juga: Jadi Saksi di Sidang Cerai Tengku Dewi, Fairuz A Rafiq Bongkar Soal Ini

Cucun juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur darurat, seperti dapur umum, tempat pengungsian sementara, dan akses komunikasi darurat.

Ia mendesak pemulihan jaringan listrik dan akses air bersih dilakukan secara optimal untuk memastikan layanan dasar tetap berjalan.

“Kami mendesak BNPB memastikan semua langkah penanganan bencana dilakukan secara terukur dan terintegrasi, sehingga masyarakat terdampak segera merasakan manfaat dari kehadiran negara,” tambahnya.

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi pada 3-4 Desember 2024 menyebabkan kerugian besar. Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, terdapat 114 kejadian bencana dalam dua hari di 29 kecamatan.

Rinciannya adalah:

- 53 kejadian tanah longsor
- 30 kejadian banjir
- 16 kejadian pergerakan tanah

Bencana ini mengakibatkan seorang anak meninggal dunia dan seorang lansia hilang tertimbun longsor.

Hingga kini, Tim SAR masih melakukan evakuasi terhadap warga terdampak, termasuk yang terjebak banjir.

Sebanyak 238 warga mengungsi, sementara 230 jiwa lainnya berada dalam ancaman bencana susulan.

Baca Juga: Pergantian Tahun dengan Status Baru, Baim Wong: Jalanin Saja

Cucun menegaskan, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Ia berharap dengan penanganan cepat dan terintegrasi, kehidupan masyarakat di Sukabumi segera pulih, dan dampak bencana dapat diminimalkan.

“Dengan langkah yang cepat dan tepat, kami yakin masyarakat Sukabumi dapat segera bangkit dari bencana ini. Pemerintah harus hadir untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat terdampak,” tutupnya.  

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.