Pj Gubernur Agus Fatoni Raih Penghargaan Peduli HAM dari Menkumham Atas Keberhasilan Tegakkan HAM pada Tingkat Korporasi

AKURAT.CO Penjabat Gubernur Sumatera Selatan, Agus Fatoni, meraih penghargaan Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Menteri Hukum dan HAM.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel, Ilham Djaya, di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Palembang, pada Rabu (13/3/2024).
Piagam tersebut diberikan atas upaya pemerintah daerah dalam penegakan HAM di korporasi.
Tercatat pada tahun 2023 ada 12 kabupaten/kota di Sumsel yang mendapatkan penghargaan Peduli HAM.
"Kabupaten/kota tersebut adalah Pagar Alam, Palembang, Lubuk Linggau, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Muara Enim, Lahat, Pali, Ogan Komering Ulu, OKU Timur dan OKU Selatan. Sesuai ketentuan Kemenkumham karena 50 persen telah mendapatkan penghargaan peduli HAM maka provinsi diberikan penghargaan karena telah melakukan pembinaan," jelas Fatoni.
Ia menyebut saat ini isu HAM masih menjadi sorotan, baik dari Non-governmental Organization (NGO) dan negara-negara maju.
Menurut Fatoni, isu HAM bukan hanya menjadi perhatian dari pihak pemerintah melainkan pihak korporasi.
Untuk itu, guna memberikan pemenuhan HAM terhadap pelaku usaha/bisnis maka dibentuk Gugus Tugas Bisnis dan HAM Provinsi Sumsel yang sudah dikukuhkan.
Ini dikarenakan kewajiban dalam memenuhi, melindungi dan menegakkan HAM tak hanya menjadi milik negara melainkan juga tanggung jawab korporasi di bidang bisnis.
"Berbagai isu HAM di bidang bisnis, seperti penggunaan tenaga kerja anak (di bawah umur), hak-hak tenaga kerja wanita, gaji yang di bawah upah minimum propinsi/upah minimum kabupaten/kota serta perbudakan masih menjadi isu sentral hingga saat ini," ujar Fatoni.
Melalui pembentukan Tim Gugus Tugas Daerah Bisnis dan HAM, isu miring HAM di sektor bisnis diharapkan dapat diminimalisir.
Untuk mencapai hal tersebut perlu sinergitas antara pelaku usaha dengan pemerintah.
Fatoni menyebut permasalahan HAM merupakan permasalahan global yang muncul di setiap negara, tidak terkecuali bagi negara-negara berkembang.
Oleh karena itu, semua pihak telah bersepakat untuk menghormati, melindungi, memenuhi dan menegakkan HAM.
"Kami menyambut baik Kementerian Hukum dan HAM yang ditunjuk sebagai vocal point Nasional Bisnis dan HAM dan diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi semua pihak dalam menciptakan bisnis yang berbasis HAM di negara yang kita cintai ini," jelasnya.
Tim Gugus Tugas Bisnis dan HAM yang dikukuhkan pada hari ini akan bekerja secara maksimal untuk dapat memastikan para pelaku usaha telah memenuhi, melindungi dan menegakkan HAM di lingkungan Provinsi Sumsel.
Fatoni berharap melalui tim tersebut dapat menjaga silaturahmi dan koordinasi antar lembaga instansi pemerintah, menjaga rasa persatuan dan kesatuan dengan kesadaran dan semangat kebersamaan untuk terwujudnya bisnis yang sehat, akomodatif, responsif dan kooperatif, baik antarsesama pelaku usaha maupun dalam penggunaan tenaga kerja serta tidak adanya diskriminatif sehingga tercipta hubungan industrial yang lebih baik.
"Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan Tim Gugus Tugas Daerah Bisnis dan HAM Sumsel ini. Harapan kami semoga momen pengukuhan Tim Gugus Tugas Daerah Bisnis dan HAM Sumsel ini dapat memperbaiki citra bisnis yang lebih baik dan membantu memberikan kontribusi serta terus bersinergi dengan Pemprov Sumsel," tandas Fatoni.
Dalam kesempatan yang sama, Ilham Djaya menyebut pengukuhan Gugus Tugas Bisnis dan HAM bertujuan untuk mengoordinasikan dan menyelaraskan Bisnis dan HAM di tingkat daerah serta melaporkan aksi Bisnis dan HAM kepada Gugus Tugas Bisnis dan HAM di tingkat nasional.
Tercatat pada tahun 2023 terdapat 12 kabupaten/kota di Provinsi Sumsel meraih penghargaan Peduli HAM.
"Gugus Tugas Bisnis dan HAM di daerah diketuai oleh Gubernur dan keanggotaan oleh unsur instansi daerah dengan masa keanggotaan 3 tahun. Dimana tugasnya yaitu mengkoordinasikan dan menyelaraskan Bisnis dan HAM, melakukan pemantauan strategi nasional (stranas) Bisnis HAM di tingkat daerah dan melaporkan aksi Bisnis HAM ke tingkat nasional," terangnya.
"Mudah-mudahan dengan dukungan Pj Gubernur, semua kabupaten/kota di Sumsel bisa mendapatkan penghargaan Peduli HAM," sambung Ilham.
Tampak hadir pada pengukuhan Gugus Tugas Daerah Bisnis dan HAM tersebut Wakil Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda Kiemas; Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang, Erni Zurnilah; Asisten Pidana Militer Kejaksaan Sumsel, Kolonel CHK Askari; para Asisten di lingkungan Setda Sumsel dan para Kepala OPD Pemprov Sumsel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






