AKURAT.CO Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), Kabupaten Gianyar, Bali, menetapkan status zona merah rabies terhadap 29 dari 64 total desa di wilayah itu pada Jumat (23/6/2023).
Status ini dibuat kala wabah itu kembali menyebar di Pulau Dewata.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan Distanak Gianyar, Made Santiarka, keputusan ini diambil kala wilayah itu mencatat sebanyak 49 ekor anjing positif rabies.
Daftar Desa di Gianyar yang Statusnya Zona Merah
- Kecamatan Gianyar: Desa Petak Kaja dan Kelurahan Bitera
- Kecamatan BlahBatuh: Desa Saba, Desa Belega, Desa Buruan, Dese Pering, Desa Bedulu, Desa Blahbatuh
- Kecamatan Ubud: Desa Lodtunduh, Desa Mas, Kelurahan Ubud, Desa Petulu, Desa Sayan, Desa Singakerta, Desa Kedewatan
- Kecamatan Sukawati: Desa Kemenuh, Desa Sukawati, Desa Singapadu Tengah, Desa Guwang
- Kecamatan Payangan: Desa Puhu, Desa Kelusa, Desa Bukian, Desa Melinggih, Desa Buahan Kaja
- Kecamatan Tegalalang: Desa Taro dan Keliki
- Kecamatan Tampaksiring: Desa Pejeng Kelod dan Desa Tampaksiring
Arti zona penyebaran
- Zona Merah: Desa yang tertular rabies
- Zona kuning: Desa yang aksesnya berdekatan dengan desa zona merah
- Zona hijau: Desa yang tidak memiliki kasus rabies
Data kasus positif di Bali (sampai 14 Juni 2023)
- Jembrana: 46 kasus
- Buleleng: 27 kasus
- Bangli: 34 kasus
- Karangasen: 56 kasus
- Klungkung: 26 kasus
- Gianyar: 45 kasus
- Denpasar: 9 kasus
- Badung: 19 kasus
- Tabanan: 13 kasus
Penyebab kasus rabies meningkat
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Wayan Widya, mengatakan bahwa populasi anjing di Bali termasuk yang terbesar di Indonesia.
Lalu, Direktur Pencegaan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, menyebut bahwa situasi pandemi Covid-19 di mana aktivitas masyarakat mulai berjalan seperti biasa pun banyak hewan liar yang tidak tervaksinasi.
Dalam beberapa waktu terakhir, kasus rabies di Bali menjadi sorotan karena telah merenggut tiga nyawa sejak awal 2023.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom, satu pasien meninggal dunia adalah anak berusia 5 tahun dari Buleleng. Sementara itu, dua pasien meninggal lainnya berjenis kelamin perempuan asal Jembrana.
Untuk mengatasi masalah ini, Kemenkes mengirimkan 30 ribu vaksin anti rabies (VAR) ke Bali. Tak hanya itu, Pemkot Denpasar juga tengah menunggu 74 ribu dosis vaksin rabies.
"Kami menjaga agar tidak ada lagi orang meninggal gara-gara kasus rabies. Padahal seharusnya kasus bisa kita cegah," ujar Gede Anom.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 54 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



