Akurat Logo

Puluhan Desa Di Bali Tetapkan Status Merah Rabies

| 27 Juni 2023, 14:02 WIB
Puluhan Desa Di Bali Tetapkan Status Merah Rabies

AKURAT.CO Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), Kabupaten Gianyar, Bali, menetapkan status zona merah rabies terhadap 29 dari 64 total desa di wilayah itu pada Jumat (23/6/2023).

Status ini dibuat kala wabah itu kembali menyebar di Pulau Dewata.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan Distanak Gianyar, Made Santiarka, keputusan ini diambil kala wilayah itu mencatat sebanyak 49 ekor anjing positif rabies.

Daftar Desa di Gianyar yang Statusnya Zona Merah

  • Kecamatan Gianyar: Desa Petak Kaja dan Kelurahan Bitera
  • Kecamatan BlahBatuh: Desa Saba, Desa Belega, Desa Buruan, Dese Pering, Desa Bedulu, Desa Blahbatuh
  • Kecamatan Ubud: Desa Lodtunduh, Desa Mas, Kelurahan Ubud, Desa Petulu, Desa Sayan, Desa Singakerta, Desa Kedewatan
  • Kecamatan Sukawati: Desa Kemenuh, Desa Sukawati, Desa Singapadu Tengah, Desa Guwang
  • Kecamatan Payangan: Desa Puhu, Desa Kelusa, Desa Bukian, Desa Melinggih, Desa Buahan Kaja
  • Kecamatan Tegalalang: Desa Taro dan Keliki
  • Kecamatan Tampaksiring: Desa Pejeng Kelod dan Desa Tampaksiring

Arti zona penyebaran

  • Zona Merah: Desa yang tertular rabies
  • Zona kuning: Desa yang aksesnya berdekatan dengan desa zona merah
  • Zona hijau: Desa yang tidak memiliki kasus rabies

Data kasus positif di Bali (sampai 14 Juni 2023)

  • Jembrana: 46 kasus
  • Buleleng: 27 kasus
  • Bangli: 34 kasus
  • Karangasen: 56 kasus
  • Klungkung: 26 kasus
  • Gianyar: 45 kasus
  • Denpasar: 9 kasus
  • Badung: 19 kasus
  • Tabanan: 13 kasus

Penyebab kasus rabies meningkat

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Wayan Widya, mengatakan bahwa populasi anjing di Bali termasuk yang terbesar di Indonesia.

Lalu, Direktur Pencegaan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, menyebut bahwa situasi pandemi Covid-19 di mana aktivitas masyarakat mulai berjalan seperti biasa pun banyak hewan liar yang tidak tervaksinasi.

Dalam beberapa waktu terakhir, kasus rabies di Bali menjadi sorotan karena telah merenggut tiga nyawa sejak awal 2023.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom, satu pasien meninggal dunia adalah anak berusia 5 tahun dari Buleleng. Sementara itu, dua pasien meninggal lainnya berjenis kelamin perempuan asal Jembrana.

Untuk mengatasi masalah ini, Kemenkes mengirimkan 30 ribu vaksin anti rabies (VAR) ke Bali. Tak hanya itu, Pemkot Denpasar juga tengah menunggu 74 ribu dosis vaksin rabies.

"Kami menjaga agar tidak ada lagi orang meninggal gara-gara kasus rabies. Padahal seharusnya kasus bisa kita cegah," ujar Gede Anom.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.