Hore! Guru Honorer di Jawa Tengah Dapat Perhatian Khusus di Hari Guru Nasional 2022

AKURAT.CO Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2022, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong prioritas kesejahteraan dan perbaikan kualitas tenaga pengajar, khususnya guru honorer di Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Ganjar saat menjadi inspektur upacara Hari Guru Nasional yang dilaksanakan di Museum Ranggawarsita, Kota Semarang pada Jumat (25/11) pagi. Upacara diikuti guru honorer, ASN, murid sekolah dan taruna pelajar.
"Guru honorer ini kan masih banyak, kita kekurangan guru. Maka ada dua cara, satu sistemnya diperbaiki, peralatannya ditambah. Sehingga satu guru punya banyak keterampilan, bahkan multi platform bisa dikerjakan," kata Ganjar dalam keterangannya.
Diketahui, guru honorer dibawah naungan Pemprov Jawa Tengah telah disejahterakan dalam bentuk pemberian gaji setara dengan nilai upah minimum kabupaten/kota (UMK). Dulu, guru honorer hanya mendapatkan bayaran Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.
Namun kini, sebanyak 5.546 guru honorer dibiayai dari APBD Provinsi. Alokasi APBD dengan rata-rata sesuai nilai UMK, ditambah bonus sesuai jenjang pendidikan, sekitar Rp2,6 juta per orang atau dengan total anggaran kurang lebih Rp144.196.000.
Tak hanya itu, Ganjar juga telah menginstruksikan jajaran bupati dan wali kota untuk mengalokasikan 20 persen APBD untuk bidang pendidikan, termasuk kesejahteraan guru honorer.
Hal itu dilakukan, kata Ganjar, sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga pengajar yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dan kesehahteraannya memprihatinkan, sebab mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa sehingga patut diapresiasi.
"Kalau UMK saja semua guru yang ada di Jawa Tengah, itu sudah akan memberikan apresiasi. Kan kita tidak bisa seperti ini tanpa guru-guru itu. Maka saya minta kabupaten kota untuk prioritaskan mereka," jelas Ganjar.
Dengan demikian di Hari Guru Nasional ini, Ganjar menyebutkan menjadi momen yang tepat untuk meninjau regulasi tenaga pengajar serta penerapannya, agar para tenaga pengajar lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas.
Pada kesempatan itu, Ganjar juga melaunching program 'Sidak SMK' untuk digitalisasi pembelajaran SMK, 'Si Pungkur Merak' untuk digitalisasi penilaian angka kredit guru dan 'Duren Pulen' yang bertujuan untuk perencanaan pendidikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
"Menurut saya di hari guru ini kesempatan kita melakukan perubahan besar. Guru lebih diperhatikan, kesejahteraannya diperhatikan, ini kita launching sistem-sisten yang bisa membantu guru lebih termotivasi, berprestasi dan lebih mudah dalam pelayanan," ujar Ganjar.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 7Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan




