5 Fakta Menarik Jam Gadang, Ikon Sumatra Barat yang Dibangun Tanpa Semen

AKURAT.CO, Jam Gadang adalah salah satu tempat wisata sekaligus ikon Sumatra Barat. Terletak di Bukittinggi, salah satu landmark populer Tanah Air ini tak hanya dikenal di dalam negeri tetapi juga telah dikenal secara internasional. Meski begitu, baru-baru ini tempat pariwisata ini diketahui ditutup sementara untuk menghindari kerumunan ketika malam pergantian tahun.
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik tentang Jam Gadang.
1. Hadiah dari Ratu Belanda
Sejarah Jam Gadang dimulai sejak zaman penjajahan Belanda. Ketika itu, Ratu Belanda memberikan hadiah kepada Rook Maker atau sekretaris yang ketika itu berperan sebagai Controleur daerah Fort de Kock (Bukittinggi). Meski dari pemberian Ratu Belanda, Jam Gadang dibangun oleh hasil rancangan Yazid Rajo Mangkuto, pria asli Minangkabau yang berperan sebagai seorang saudagar.
2. Habiskan biaya hingga 3 ribu gulden
Pembangunan Jam Gadang ini menelan biaya hingga 3.000 gulden atau jika dikonversikan dengan nilai hari ini menjadi sekitar Rp426 juta. Meski begitu, menurut berbagai sumber yang ada, pembangunan gedung yang memiliki luas alas 52 meter persegi dan tinggi mencapai 26 meter ini tidak menggunakan rangka besi atau semen ketika itu. Para pekerja bangunan ini membuatnya dengan campuran putih telur, kapur dan pasir putih.
3. Alami 3 kali perubahan atap
Ketika pertama kali didirikan pada masa pemerintahan Belanda, Jam Gadang memiliki bentuk bulat pada atapnya dengan tambahan patung ayam jantan di atasnya. Setelah itu, atapnya kembali berubah ketika masa pendudukan Jepang. Ketika itu, atapnya diubah berbentuk pagoda. Setelah itu, baru pada masa Indonesia merdeka, Jam Gadang memiliki bentuk atap rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang.
4. Mesin penggerak identik dengan Big Ben
Jam Gadang memang selalu disamakan dengan ikon pusat waktu dunia yang ada di Greenwich, yaitu Big Ben. Selain kerap disamakan, keduanya memang menggunakan mesin yang sama, yaitu Brixlion yang dibuat oleh seorang bangsawan ternama bernama Forman.
Namun, berbeda dengan Big Ben, Jam gadang pernah melewati sejumlah musibah yang mengakibatkan beberapa bagiannya rusak. Salah satunya adalah sebuah gempa bumi berkekuatan 5,8-6,4 skala richter yang mengguncang Sumatra Barat pada tahun 2007 lalu. Akibat gempa ini selain 50 orang meninggal dunia, bandul penggerak Jam Gadang yang dipasang sejak pertama kali didirikan mengalami kerusakan hingga putus.
5. Ditutup sementara
Pemerintah Kota Bukittinggi memutuskan untuk menutup sejumlah tempat pariwisata berbayar dalam beberapa hari. Salah satunya adalah tempat wisata Jam Gadang dan sekitarnya. Bahkan, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias juga memutuskan untuk menutup bagian atas bangunan yang menjulang tinggi khas adat Minang tersebut dengan menggunakan kain putih. Penutupan tersebut telah berlangsung mulai dari 31 Desember 2020 kemarin dan akan terus dilanjutkan hingga 3 Januari 2021 mendatang. Selain Jam Gadang, jalan masuk hingga taman yang ada di sekitarnya juga ditutup.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



