Minim Pengajar, Prajurit TNI di Perbatasan RI-PNG Diminta Mengajar Anak SD

AKURAT.CO, Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG), Yonif Para Raider (PR) 328/Dirgahayu (Dgh), diminta mengajar oleh Kepala Sekolah SD Negeri Inpres Yowong di Distrik Arso Barat, Keerom, Papua, karena minimnya tenaga pengajar.
Komandan Satgas Pamtas Yonir PR 328/Dgh, Mayor Inf Erwin Iswari, mengungkapkan bahwa ini SD Negeri Inpres Yowong hanya memiliki 3 orang guru yang aktif mengajar, sementara itu jumlah siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 sejumlah 29 orang.
"Selain itu, dalam proses belajar sendiri, menurut pihak sekolah, tidak berjalan dengan lancar, karena lokasinya cukup jauh sehingga guru pun mengalami kendala. Karena kondisi tersebut, pihak sekolah melalui Kepsek meminta kepada anggota Pos Skamto untuk membantu mereka mengajar di sekolah," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Jumat (8/3/2019).
Memang, Erwin mengakui bahwa anggotanya tidak memiliki dasar sebagai pendidik. Tapi untuk para Bintara dan Perwira pada dasarnya diberikan kemampuan mengajar dan melatih di satuan, sehingga dengan adanya permintaan dari pihak sekolah itu tidak dapat ditolak.
"Sebagian besar prajurit kita saat ini lulusan SMA, namun ada juga yang memiliki latar belakang Sarjana, sehingga mereka pun berkeyakinan dapat membantu mengajar dan mentransferkan pengetahuan kepada anak-anak," ujarnya.
Selain itu, Erwin mengatakan, tekad lainnya adalah sebagai prajurit, pihaknya juga ingin menularkan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan menumbuhkan semangat nasionalisme kepada generasi muda yang berada di perbatasan itu.
Menurut Erwin, anggota yang bertugas mengajar pun secara sukarela dan tidak ada upaya memberatkan pihak sekolah maupun keluarga pelajar.
"Sedangkan untuk tugas menjaga keamanan di wilayah perbatasan lainya diatur secara bergiliran. Perlu diketahui, tugas kita di sini bukan hanya standby di pos atau istilah lucunya yaitu makan tidur, namun justru kita lebih melakukan upaya pembinaan teritorial kepada warga untuk turut berpartisipasi menjaga wilayah ini," katanya.
Berdasarkan permintaan dari sekolah dan keinginan untuk membantu para generasi muda tadi, maka Erwin pun mengizinkan beberapa orang anggota Pos Skamto membantu mengajar.
"Saya sampaikan ke mereka, agar kordinasi dan komunikasi dengan pihak sekolah, murid atau wali murid. Bantu mereka secara maksimal, selayaknya kita mendidik anak sendiri dan jika ada kesulitan yang dihadapi mereka (pihak sekolah) segera laporkan untuk segera kita bantu secepatnya," ungkapnya.
Sementara itu, Serda Sigit, salah satu anggota Pos Skamto yang ikut mengajar di SD Negeri Inpres Yowong menyampaikan bahwa alasan yang menjadi motivasinya untuk mengajar adalah karena rasa prihatin melihat anak-anak yang tidak dapat belajar dengan baik.
"Secara umum, anak-anak memiliki semangat belajar yang tinggi. Namun karena faktor kekurangan tenaga pengajar, akhirnya upaya untuk mencerdaskan anak-anak ini pun terganggu," ujarnya.
Oleh karena itu, Sigit mengatakan, sebagai salah satu komponen bangsa, dirinya pun tergerak untuk membantu mengajar. Baginya, pengabdian itu bukan diukur dari besar kecilnya kontribusi yang diberikan, namun sebesar apa manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Oleh karena alasan tersebut, Sigit dan beberapa anggotanya membulatkan tekad untuk membantu mengajar anak-anak.
"Termasuk kami juga melihat adanya peluang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme kepada mereka," ungkapnya.
Kendati demikian, Sigit pun berharap, kekurangan tenaga pengajar itu dapat segera dipenuhi agar mereka dapat belajar dengan maksimal. "Mungkin juga, digalakkan program mari mengajar di perbatasan, apakah dari guru atau pun sarjana maupun mahasiswa, sehingga bisa membantu mengajar di sekolah seperti ini," ujarnya.
Sementara Kepsek SD Inpres Yowong, Marsila, mengatakan bahwa faktor utama yang mendorong untuk meminta bantuan mengajar dari anggota Satgas adalah karena keterbatasan tenaga pendidik.
"(Padahal) Tenaga pendidik merupakan salah satu faktor utama dalam kegiatan belajar mengajar," katanya.
Khusus kepada anggota Satgas Yonif PR 328/Dgh yang membantu mengajar, Marsila menugaskan untuk mengajarkan membaca dan menulis bagi para Siswa kelas 1 dan juga memberikan pengajaran ilmu pengetahuan kepada Siswa kelas 4.
Atas bantuan yang diberikan oleh para prajurit Kostrad tersebut, Marsila pun mengucapkan terima kasih dan bangga kepada TNI.
"Mereka juga sering mengingatkan dan memberikan motivasi kepada para pelajar SD Inpres Yowong untuk semangat dalam belajar," ungkapnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





