AKURAT.CO, Pejabat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyatakan kesulitan mencetak kartu keluarga karena minim mesin cetak yang dipunyai.
Menurut Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Rejang Lebong Mei Susanti Harahap, jumlah kartu keluarga (KK) yang belum tercetak mencapai 800 berkas.
Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan banyak permintaan penerbitan KK oleh warga setempat.
"KK yang belum dicetak jumlahnya mencapai 800 berkas, dan berkasnya diajukan pada periode Januari sampai akhir Maret 2017," katanyadi Rejang Lebong, Selasa (29/3).
Keterbatasan peralatan yang dimiliki Disdukcapil ini, kata dia, berimbas pada kelambanan pelayanan pengurusan administrasi kependudukan yang diajukan warga dari 15 kecamatan di daerah tersebut.
Sebelumnya sejak November 2016 sampai dengan pertengahan Februari Disdukcapil Rejang Lebong tidak memiliki kepala dinas definitif, dan hanya dijabat pelaksana tugas (plt) yang tidak memiliki kewenanganan menandatangani berkas administrasi kependudukan.
Dua unit printer yang tersedia, katanya lagi, setiap hari kerja terhitung sejak pukul 08.00-14.00 WIB hanya mampu mencetak paling banyak 80 lembar KK. Pencetakan kartu KK yang ada, pihaknya membutuhkan setidaknya lima unit printer.
Sedangkan untuk pengajuan pembelian printer, pihaknya tidak memiliki anggaran dan harus diajukan terlebih dahulu dalam APBD Perubahan Rejang Lebong pada September mendatang maupun mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat.
Warga daerah ini yang mengajukan pengurusan KK ke Disdukcapil setempat, kata dia, per hari mencapai 50 orang, sehingga diperkirakan jumlah daftar tunggu untuk pembuatan KK akan semakin banyak dan lama pembuatannya juga akan memakan waktu hingga satu bulan.
"Kami juga melihat skala prioritas, seperti untuk mengurus jaminan kesehatan dan lainnya tidak bisa menunggu lama, sehingga akan diprioritaskan. Tetapi hal ini hanya dilakukan untuk yang mendesak saja," ujarnya.
Sebelumnya, jabatan Kepala Disdukcapil Rejang Lebong mengalami kekosongan terhitung November 2016 sampai dengan ditunjuk Bakrim Hanafiah menjadi Kadisdukcapil terhitung 17 Februari 2017.
Pelayanan administrasi kependudukan di daerah itu tidak bisa diterbitkan, menyusul belum adanya pejabat eselon II sebagai kepala dinas definitif yang ditunjuk.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat




