Akurat Logo

Kiper Klub Spanyol Disebut 'Pembunuh' Setelah Benturan yang Sebabkan Pemain Tenerife Tewas

Hervin Saputra | 4 November 2026, 20:16 WIB
Kiper Klub Spanyol Disebut 'Pembunuh' Setelah Benturan yang Sebabkan Pemain Tenerife Tewas
Benturan antara penyerang Tenerife, Jesus De Miguel, dengan Kiper FC Andorra, Jesus Owono, di Tenerife, Spanyol, Senin (2/11/2026). Miguel De Jesus meninggal dunia sehari setelah insiden tersebut. X/Globupdate.

AKURAT.CO, Dunia sepakbola, terutama Eropa, terguncang dengan kematian penyerang Tenerife asal Spanyol, Jesus De Miguel, pasca berbenturan dengan Kiper FC Andorra, Selasa (3/11/2026).

Jesus De Miguel mengalami tabrakan dengan Kiper Andorra asal Guinea Khatulistiwa, Jesus Owono, pada matchday ke-13 divisi kedua Liga Spanyol di Stadion Heliodoro Rodriguez Lopez, Tenerife, Spanyol, Senin (2/11/2026).

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menyebut kematian Jesus De Miguel, mengejutkan dunia dan terutama sepakbola. Mourinho mengatakan tragedi ini adalah adalah hal yang menyedihkan.

“Saya kira ini adalah sesuatu yang sangat mengejutkan di dunia secara umum,” kata Jose Mourinho dalam sesi konferensi pers menjelang laga timnya kontra AEK Athena di Athena, Yunani, Selasa (3/11/2026), dipetik dari New Strait Times.

“Jadi bayangkan di dunia sepakbola, untuk orang-orang seperti kami yang berada di lapangan bertanding setiap hari.”

Baca Juga: Selain Eriksen, Ini 5 Pesepak Bola Dunia yang Pingsan di Lapangan, Ada yang Meninggal

Insiden ini juga berdampak pada serangan daring terhadap Jesus Owono. Sang kiper menonaktifkan akun Instagramnya menyusul serangan daring yang di antaranya menyebut bahwa ia adalah seorang “pembunuh”.

Rekan setim Jesus Owono di FC Andorra, Lautaro Spatz, menyebut bahwa kematian Miguel De Jesus sangat berdampak pada Owono. Ia dan rekan-rekannya bahkan menawarkan bantuan psikologis terhadap Owono.

“Orang-orang yang mengenal dia (Owono) tahu dia orang seperti apa, bagaimana dia menderita saat ini, dan bahwa dia tidak pernah secara sengaja menyakiti siapapun,” kata Lautaro Spatz.

“Dalam sepakbola, insiden malang bisa terjadi, tetapi tak seorangpun yang bisa membayangkan bahwa salah satu mungkin berakhir dengan konsekuensi tragis semacam ini.”

Federasi Sepakbola Guiena Khatulistiwa juga menyampaikan dukungannya terhadap Owono. Mereka menyebut kiper yang punya 47 cap untuk Tim Nasional Guinea Khatulistiwa itu sedang mengalami situasi sedih dan duka mendalam.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.