Dulu Sempat Bermusuhan, Kini Jose Mourinho Sebut Vinicius Junior 'Korban Bully'

AKURAT.CO, Enam bulan lalu, Jose Mourinho dan Vinicius Junior bisa dikatakan "bermusuhan". Tetapi kini permusuhan itu harus reda karena mereka berada di tim yang sama.
Wacana konflik Jose Mourinho-Vinicius Junior ini mencuat pasca laga Real Madrid kontra Espanyol di Barcelona, Spanyol, untuk duel pembuka La Liga 2026-2027, Sabtu (22/8/2026)
Dalam laga yang dimenangi Real Madrid 2-1 itu, Jose Mourinho menjalani debutnya pada periode kedua melatih Los Blancos. Adapun Vinicius adalah salah satu pemain Madrid yang bermain penuh di laga tersebut.
Sementara enam bulan lalu Mourinho yang kala itu masih melatih Benfica mengkritik selebrasi Vinicius yang mencetak gol ke gawang klub raksasa Portugal tersebut di play-off Liga Champions.
Kritik itu disertai dengan tuduhan bahwa salah satu pemain Argentina, Gianluca Prestianni, melontarkan ejekan rasis kepada Vinicius.
Adapun Prestianni telah disanksi larangan tampil di laga Eropa sebanyak enam laga dengan tiga laga ditangguhkan dalam masa percobaan dua tahun.
"Saya dalam risiko ketika Anda kembali ke beberapa bulan lalu untuk membawa ucapan saya ketika saya adalah lawannnya Vini. Tetapi, sekarang Vini milik saya," kata Mourinho usai laga Madrid-Espanyol dipetik dari AS.
Pada saat yang sama, insiden Februari lalu juga menyadarkan Mourinho bahwa winger berkebangsaan Brasil berusia 26 tahun itu punya temperamen yang cukup tinggi.
https://www.akurat.co/bola/832510/insiden-rasisme-ke-20-vinicius-junior-dan-komentar-jose-mourinho-yang-rendah
Mourinho menyaksikan sendiri ketika Vinicius dikartukuning hanya karena pertikaian tak perlu dengan gelandang Espanyol, Alex Calatrava. Situasi itu mengkhawatirkan Mou karena Vinicius rentan terkena kartu merah.
Pelatih asal Portugal itu juga jadi mengerti bagaimana pola perilaku lawan terhadap Vinicius. Mou menyebut pemain binaan Flamengo itu sebagai "sasaran bully".
"Dia bukan orang suci, tetapi apa yang mereka lakukan terhadapnya juha berlebihan," kata Mourinho.
"Sejak menit pertama, tampak seperti di sudah mengikuti pola tertentu. Sekarang saya (pemain Espanyol) melanggar dia, sekarang kamu (Vini) melanggar dia, satu pemain kena kartu kuning, yang lain tidak.
"Kita ada di dalam era anti-bullying, tetapi terhadap Vini, kita masih berada di era bullying."
Namun begitu, Mourinho juga belajar dari insiden Benfica-Madrid dengan tetap mengingatkan Vinicius soal kontrol emosi. Terutama ketika melakukan perayaan saat mencetak gol.
"Semua yang terjadi padanya adalah frustrasi besar; dia butuh kendali mental yang besar. Saya bahkan sudah bilang padanya bahwa jika dia mencetak gol, dia harus berhati-hati bagaimana dia berselebrasi," kata Mourinho.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina
- 10Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional





