Fakhri Husaini Sebut GIC Turnamen untuk Pemain Masa Depan Indonesia

AKURAT.CO, Garuda International Cup (GIC) 2026 tidak sekadar menjadi panggung bagi pemain sepakbola usia muda untuk mengejar kemenangan.
Bagi mantan pelatih Timnas Indonesia U-16, Fachri Husaini, turnamen seperti ini memiliki fungsi penting untuk menguji mental, kemampuan, sekaligus perkembangan pemain.
GIC 2026 menjadi semakin menarik karena mempertemukan pemain-pemain muda Indonesia dengan peserta dari sejumlah negara.
Vietnam, China, Malaysia, dan Thailand turut ambil bagian sehingga para pemain mendapatkan pengalaman menghadapi karakter permainan yang berbeda.
FaKhri Husaini menilai pengalaman tersebut sangat dibutuhkan dalam proses pembinaan.
Pemain usia muda tidak cukup hanya mendapatkan kesempatan bermain dalam kompetisi reguler, tetapi juga perlu merasakan atmosfer turnamen dengan dinamika pertandingan yang berbeda.
"Harus ada keseimbangan. Pemain itu bermain di kompetisi dan juga bermain di turnamen-turnamen seperti ini," kata Fakhri Husaini saat ditemui di ASIOP Training Ground, Sentul, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, kompetisi reguler tetap menjadi fondasi utama karena pemain membutuhkan pertandingan yang teratur, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Namun, turnamen internasional seperti GIC dapat menjadi pelengkap yang memberikan tantangan berbeda.
Salah satu tantangannya adalah padatnya jadwal pertandingan. Fakhri memberikan gambaran, dalam turnamen tertentu pemain bisa dipaksa tampil lima atau enam pertandingan hanya dalam waktu sekitar lima hari.
Situasi tersebut tentu berbeda dengan kompetisi reguler. Pemain dituntut mampu menjaga kondisi fisik, konsentrasi, serta performa ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda dalam waktu berdekatan.
Bagi pelatih, situasi tersebut juga memberikan bahan evaluasi yang sangat berharga. Dari pertandingan yang dijalani pemain, pelatih dapat melihat sejauh mana perkembangan anak asuhnya sekaligus menentukan prioritas dalam latihan.
"Dari situ, pelatih bisa menyusun prioritas dengan baik sehingga dapat membuat desain latihan yang sesuai dengan topik selama proses pembinaan berjalan," ujar Fakhri.
Ia pun menilai GIC 2026 memiliki momentum yang tepat karena mayoritas peserta merupakan tim-tim yang bermain di Liga Topskor.
Dengan demikian, turnamen tersebut dapat menjadi ajang persiapan sebelum mereka kembali menjalani kompetisi.
"Turnamen seperti GIC ini hanya sebagai suplemen atau tambahan ketika kompetisi tidak berjalan," ucapnya.
Di sisi lain, Fakhri melihat GIC sebagai laboratorium kecil bagi sepakbola usia muda Indonesia.
Pemain dapat mengukur kemampuan di lapangan, sementara pelatih memperoleh gambaran konkret mengenai aspek yang perlu diperbaiki.
Lebih dari itu, kehadiran tim-tim asing membuat pemain Indonesia tidak hanya bermain untuk menang.
Mereka juga belajar beradaptasi, membaca permainan dengan karakter berbeda, serta menghadapi tekanan yang mungkin tidak mereka dapatkan dalam pertandingan reguler.
Fakhri berharap pola seperti ini terus dipertahankan. Sebab, jika kompetisi reguler menjadi fondasi, turnamen berkualitas seperti GIC dapat menjadi pengalaman tambahan yang membantu pemain muda Indonesia tumbuh lebih matang.
Pada akhirnya, menurut Fachri, pembinaan tidak cukup hanya menghasilkan pemain yang berbakat.
Pemain tersebut harus terus diberi kesempatan bertanding agar potensinya berkembang dan dapat diproyeksikan menjadi bagian penting dari masa depan sepakbola Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara







