In Memoriam: Franco Baresi, Tembok Setia Rossoneri dan Simbol Catenaccio

AKURAT.CO, “Piscinin” adalah bahasa Italia untuk “rapuh”. Kata itu disematkan kepada bek legendaris AC Milan dan Tim Nasional Italia, Franco Baresi, oleh jurnalis terkemuka Gianni Brera pada 1970an.
1970an adalah periode awal Franco Baresi memulai karier sepakbolanya. Disebut rapuh karena postur tubuhnya semasa belia yang membuatnya terdampar di AC Milan setelah ditolak Inter Milan.
Pada Jumat (31/7/2026), Franco Baresi mengembuskan nafas terakhir di kota yang membesarkan dan dibesarkannya: Milan. Sang legenda wafat dalam usia 66 tahun dengan meninggalkan jejak besar untuk sepakbola Italia.
Kariernya membentang selama dua dekade dari 1977 sampai 1997 hanya untuk satu klub saja: AC Milan. Bersama Rossoneri ia total mengoleksi 18 gelar yang termasuk dalam periode “Dream Team” di akhir 1980-an sampai pertengahan 1990-an.
Baresi juga termasuk dalam skuad Italia juara Piala Dunia 1982. Dua belas tahun kemudian ia membawa Azzuri ke final Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat namun gagal dalam adu penalti partai puncak melawan Brasil yang akhirnya menjadi juara.
https://akurat.co/bola/532434/baresi-bangga-ditunjuk-jadi-wakil-presiden-kehormatan-milan
Dalam konsep permainan bertahan yang menjadi trademark sepakbola Italia dengan istilah "catenaccio", Baresi jelas merupakan simbol. Pada 1989, ia dianggap sebagai bek yang pantas memenangi Ballon D’Or namun harus puas di posisi kedua karena trofi tersebut diraih oleh rekan setimnya di Milan, Marco Van Basten.
“Barsei bukan hanya salah satu juara dalam sejarah olahraga Italia, tetapi juga contoh untuk kesetiaan, keseriusan, dan dedikasi,” kata Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni.
Paolo Maldini yang merupakan anak didiknya untuk bermain selamanya bagi Milan menyampaikan pesan emosional atas kepergian Baresi. Maldini menyebut bahwa wafatnya Baresi mengingatkannya pada momen ketika sang legenda pensiun dan meninggalkannya di Milan.
“Hari ini, saya merasakan hal yang sama kapanpun–untuk alasan apapun–ketika engkau tidak ada di lapangan bersama kami: bagaimana kami bisa mengatasi ini tanpa kapten kami?” tulis Maldini di akun Instagramnya.
Lahir di Travagliato, Brescia, Italia, 8 Mei 1960, Baresi adalah simbol sepakbola dunia pada salah satu generasi yang disebut generasi paling sensasional. Ia menjadi bintang bersama pemain-pemain seperti Diego Maradona, Van Basten, dan Ruud Gullit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini




