Dikabarkan Dihukum Dilarang Melatih 10 Tahun, Shin Tae-yong Buka Suara

AKURAT.CO, Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya memberikan tanggapan terkait kabar dirinya dijatuhi sanksi disiplin oleh Asosiasi Sepakbola Korea Selatan (KFA).
Isu tersebut mencuat setelah sejumlah media di Korea melaporkan hasil sidang Komite Disiplin KFA.
Laporan itu menyebut KFA telah memutuskan hukuman terhadap pelatih asal Korea Selatan tersebut di mana Shin Tae-yong dilarang melatih di negaranya selama sepuluh tahun.
Bentuk sanksi yang disebutkan antara lain skorsing, larangan terlibat dalam aktivitas pertandingan, hingga pencabutan status keanggotaan asosiasi dalam jangka waktu tertentu.
Kasus yang menyeret nama Shin Tae-yong dikabarkan berkaitan dengan periode saat ia menangani klub Ulsan HD.
Beberapa tuduhan yang muncul meliputi dugaan perselisihan dengan pemain, dugaan tindakan kekerasan, hingga isu bermain golf ketika tim menjalani laga tandang.
Sebelumnya, Pusat Etika Olahraga Korea di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan juga dikabarkan telah menjatuhkan sanksi kepada Shin Tae-yong pada Mei 2026.
KFA kemudian disebut menindaklanjuti keputusan tersebut melalui mekanisme disiplin internal.
Meski demikian, sanksi tersebut hanya berlaku di wilayah Korea Selatan. Kondisi itu membuat status Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Persija Jakarta tidak terdampak secara langsung mengingat ia saat ini terikat kontrak bersama Macan Kemayoran hingga 2029.
Menanggapi kabar tersebut, Shin Tae-yong mengaku memiliki pandangan berbeda terhadap proses yang berjalan. Ia merasa masih banyak hal yang menurutnya tidak berjalan secara adil.
"Ada banyak hal yang saya rasa tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenarannya," ujar Shin Tae-yong seperti dikutip media Korea, Channel A.
Pelatih berusia 55 tahun itu mengaku sempat mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas keputusan yang dijatuhkan kepadanya. Namun hingga kini, ia belum mengambil langkah tersebut.
Menurut Shin Tae-yong, keputusannya untuk tidak segera berbicara secara terbuka didasari pertimbangan yang lebih luas.
Ia tidak ingin polemik tersebut berdampak kepada para pemain yang pernah bekerja sama dengannya.
"Namun, jika saya angkat bicara, murid-murid saya bisa ikut terdampak dan situasi sepakbola di Korea Selatan juga sedang tidak baik," kata Shin Tae-yong.
Ia pun memilih menahan diri dan menerima konsekuensi yang ada. Fokusnya saat ini tetap tertuju pada tugas bersama Persija yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Piala Presiden 2026.
"Saya memilih untuk menanggung semuanya," tutup mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 730 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 8Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot






