Piala Dunia 2026: Pierluigi Collina Bela Wasit Laga Argentina vs Mesir, Ini Penjelasannya
AKURAT.CO, Ketua Lembaga Perwasitan FIFA yang juga wasit legendaris asal Italia, Pierlugi Collina, membela keputusan wasit Francois Letexier yang memimpin pertandingan Argentina vs Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Dalam wawancara yang dimuat di laman FIFA, Pierlugi Collina, menjelaskan bahwa dua insiden yang disorot oleh publik dalam kontroversi keputusan Francois Letexier di laga Argentina vs Mesir sudah sesuai aturan.
Insiden yang disorot di laga yang digelar di Stadion Atlanta, Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026), itu adalah pembatalan gol Mesir yang dicetak oleh Mostafa Ziko setelah VAR menunjukkan pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez.
Menurut Pierluigi Collina, aturan VAR tidak menimbang seberapa jauh jarak antara pelanggaran dan gol sebagaimana yang dipersoalkan sejumlah pihak. Adapun Martinez dijatuhkan di tepi garis pertahanan Mesir sementara gol terjadi di gawang Argentina.
“Jika sebuah pelanggaran diidentifikasi terjadi dalam build-up dan dianggap berdampak pada gol, VAR akan merekomendasikan tinjauan di lapangan,” kata Pierluigi Collina dipetik dari laman FIFA.
“Tidak ada batas tertentu terkait jarak dari gol atau jumlah waktu antara insiden dan gol. Kami percaya bahwa sebuah pelanggaran tetap pelanggaran. Terlepas apakah pelanggaran tampak ‘jelas’, jika wasit tak melihatnya di lapangan permainan, VAR bisa turun tangan.”
Kedua adalah ketiadaan pemeriksaan VAR ketika penyerang Mesir, Mohamed Salah, tampak jatuh di kotak penalti Argentina saat mengalami benturan dengan Julian Alvarez yang berujung gol ketiga untuk Albiceleste.
Dalam kasus ini, Collina berpendapat bahwa wasit dan VAR menganggap benturan antara Mohamed Salah dan Julian Alvarez adalah benturan biasa yang tidak memerlukan tinjauan video.
“Sekali lagi, contoh ini muncul di akhir pertandingan yang sama. Wasit dan VAR menganggap adalah kontak sepakbola normal antara pemain Mesir nomor 10 Mohamed Salah dan nomor 10 Argentina, Julian Alvarez,” kata Collina.
Argentina akhirnya menang atas 3-2 kontra Mesir dalam pertandingan yang heboh tersebut. Usai laga, Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menuduh bahwa Piala Dunia 2026 memang sudah diatur untuk memenangkan Argentina.
Sedangkan Mostafa Ziko menyebut bahwa Francos Letexier berlaku “zalim” terhadap timnya dengan keputusan-keputusan dalam pertandingan.
Tentang ini, Collina menegaskan bahwa lembaga perwasitan FIFA tak bisa dicampuri oleh pihak manapun. Termasuk, kata Collina, oleh Presiden FIFA sendiri.
“Tak seorangpun bisa mengklaim bahwa Perwasitan FIFA bisa dipengaruhi oleh siapapun, bahkan tidak oleh Presiden FIFA,” kata Collina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








