Akurat Logo

Dihukum Laga Kandang Tanpa Penonton Musim Depan, Ini Respons Persipura Jayapura

Zainal Hasan | 20 Mei 2026, 20:53 WIB
Dihukum Laga Kandang Tanpa Penonton Musim Depan, Ini Respons Persipura Jayapura
Foto udara kondisi kawasan Stadion Lukas Enembe pascakericuhan di Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/Gusti Tanati

AKURAT.CO, Manajemen Persipura Jayapura akhirnya buka suara terkait hukuman berat yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI usai kericuhan dalam laga melawan Adhyaksa FC pada babak play-off promosi Championship 2025-2026 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura.

Dalam keputusan Komdis, Persipura dijatuhi sanksi larangan menggelar pertandingan kandang dengan kehadiran penonton selama satu musim penuh pada kompetisi 2026-2027.

Selain itu, klub berjuluk Mutiara Hitam juga menerima total denda mencapai Rp240 juta akibat berbagai pelanggaran yang terjadi saat dan setelah pertandingan berlangsung.

Sanksi tersebut diberikan setelah laga Persipura kontra Adhyaksa FC pada 8 Mei 2026 berakhir ricuh. Sejumlah suporter dilaporkan masuk ke lapangan, merusak fasilitas stadion, hingga membakar kendaraan di area sekitar Stadion Lukas Enembe usai tim kesayangannya kalah 0-1 dan gagal promosi.

“Disiplin, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi FIFA dan PSSI merupakan bagian penting dalam membangun sepakbola Indonesia yang lebih baik dan profesional,” tulis manajemen Persipura dalam pernyataan resminya, Rabu (20/5/2026).

Meski demikian, Persipura menilai larangan total kehadiran penonton bukan menjadi solusi jangka panjang dalam membangun kultur sepakbola yang sehat di Indonesia.

“Sepakbola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Persipura juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada suporter agar tercipta budaya mendukung tim secara bertanggung jawab serta menghormati regulasi pertandingan.

“Budaya disiplin dalam sepakbola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, melainkan juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama,” tulis Persipura.

Manajemen klub asal Papua itu percaya para pendukung memiliki kecintaan besar terhadap Persipura. Karena itu, klub optimistis atmosfer sepakbola yang aman dan tertib tetap bisa diwujudkan melalui koordinasi dan pembinaan yang lebih baik.

“Dengan arahan yang tepat, koordinasi yang lebih baik, serta rasa tanggung jawab bersama, kami percaya kita dapat menciptakan atmosfer sepakbola yang lebih sehat, aman, tertib, dan disiplin,” demikian isi pernyataan resmi klub.

Selain itu, Persipura berharap PSSI dapat terlibat aktif bersama klub dalam melakukan pendampingan dan pembinaan kepada komunitas suporter melalui berbagai program edukasi.

“Sebagai bagian dari solusi ke depan, kami juga berharap PSSI dapat bersama-sama dengan klub melakukan pengawasan, pendampingan, serta program sosialisasi yang lebih aktif kepada suporter dan penonton secara umum,” tulis manajemen Persipura.

Persipura menilai momentum ini harus menjadi bahan refleksi bersama bagi seluruh pihak, mulai dari klub, suporter, operator kompetisi, hingga federasi sepakbola nasional agar sepakbola Indonesia semakin dewasa dan profesional di masa depan.

“Satu Hati, Satu Tujuan,” tutup pernyataan resmi Persipura.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.