Piala Dunia 2026: Harga Tiket Resale Final Nyaris Rp40 Miliar, Gianni Infantino Tak Keberatan

AKURAT.CO, Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela para penjual tiket pertandingan Piala Dunia 2026 yang melakukan skema jual-ulang (resale). Skema ini menyebabkan harga tiket naik jauh melampaui harga aslinya.
Gianni Infantino mengatakan bahwa jual-ulang tiket pertandingan Piala Dunia diizinkan berdasarkan regulasi yang berlaku di Amerika Serikat. Infantino juga mengatakan bahwa penjualan tiket mengikuti situasi pasar di tempat penyelenggara.
“Kita harus melihat ke pasar, kita ada di pasar di mana hiburannya paling maju di dunia. Jadi kita harus menerapkan rata-rata pasar,” kata Infantino sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“Juga di AS diizinkan untuk menjual ulang tiket. Jadi, jika Anda menjual tiket di harga yang terlalu rendah, tiket-tiket itu akan dijual-ulang dengan harga yang jauh lebih tinggi.”
Pekan lalu situs resale tiket Piala Dunia 2026 milik FIFA mengiklankan empat tiket pertandingan final di mana setiap tiketnya dibanderol seharga US$2,3 juta (sekitar Rp39,87 miliar).
FIFA dianggap memanfaatkan izin resale di AS untuk meraup keuntungan lebih. FIFA mendapatkan 15 persen dari pembeli dan 15 persen dari penjual tiket resale.
Jika satu tiket dijual seharga US$2,3 juta, maka pembagian persentasenya bisa membuat FIFA meraup fee sebesar US$690 ribu (sekitar Rp.11,96 miliar) per tiket.
Organisasi suporter yang berbasis di Eropa, Football Supporters Europe (FSE), adalah salah satu pihak yang mengkritik kebijakan soal harga tiket Piala Dunia tahun ini.
Mereka menyebut struktur harga tiket Piala Dunia yang bakal digelar di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat pada 11 Juni–19 Juli tersebut sebagai “pemerasan” dan “pengkhianatan besar”.
Mereka membandingkan dengan harga tiket final Piala Dunia 2022 di Qatar yang dibanderol US$1.600 untuk harga dasar. Sementara di Piala Dunia 2026, harga dasar tiket final adalah US$11 ribu.
Pun demikian, Infantino menyebut tiket yang dijual dengan harga jutaan dollar tersebut belum tentu dibeli. Ia juga menegaskan bahwa harga dasar tiket jelas bukan jutaan.
“Jika orang memasang di pasar jual-ulang beberapa tiket final seharga US$2 juta, yang pertama bukan berarti harga (asli) tiket US$2 juta,” kata Infantino.
“Yang kedua, tidak berarti seseorang akan membeli tiket-tiket itu. Dan jika ada yang membeli tiket final seharga US$2 juta saya secara pribadi akan membawakannya hotdog dan coke untuk memastikan dia mendapatkan pengalaman menyenangkan.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 5Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








