Pelatih Irak Ungkap Ketidakadilan Play-off Piala Dunia 2026, Sebut Indonesia Dirugikan

AKURAT.CO, Babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang berlangsung pada 8 hingga 14 Oktober 2025 telah usai, namun bayang-bayang kontroversi masih menyelimuti.
Salah satu suara paling vokal datang dari Graham Arnold, pelatih Tim Nasional Irak, yang secara terbuka menyoroti keputusan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) yang menetapkan Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah, ketidakadilan sistem, dan dampaknya terhadap Timnas Indonesia.
Dalam sebuah pernyataan yang viral di media sosial, Graham Arnold membongkar sisi gelap dari penentuan tuan rumah yang menurutnya sarat dengan kejanggalan dan merugikan tim-tim lain di grup B.
"Ketika saya menghadiri undian di awal kampanye bersama Australia, kami diberi tahu bahwa play-off akan diadakan di tempat netral," ungkap Graham Arnold di kanal podcast, thehowiegames yang dirilis 1 Mei 2026.
Kenyataannya, AFC justru menetapkan dua tim dengan peringkat tertinggi sebagai tuan rumah.
Berdasarkan rilis khusus Peringkat Dunia FIFA untuk tim Asia pada 13 Juni 2025, Qatar berada di peringkat 53, Irak di peringkat 57, dan Arab Saudi di peringkat 58.
"Saya pikir itu bagus—kami akan menjadi tuan rumah, karena Qatar berada di peringkat 53, Irak 57, dan Arab Saudi 58. Namun entah bagaimana, Arab Saudi justru menjadi tuan rumah grup tersebut," tambah Arnold dengan nada heran.
Ketidakadilan ini tidak hanya dirasakan oleh Irak, tetapi juga berdampak sangat fatal bagi Timnas Indonesia. Arnold secara khusus menyoroti kondisi tidak menguntungkan yang harus dihadapi skuat Garuda.
"Saya merasa sangat kasihan kepada Indonesia di grup kami karena situasi play-off itu benar-benar tidak adil. Mereka harus bermain di Arab Saudi dan Qatar," tegas Arnold.
Jadwal pertandingan yang padat dan logistik perjalanan yang melelahkan menjadi beban tambahan bagi Indonesia.
Arnold memaparkan bagaimana Indonesia tiba di Arab Saudi pada hari Senin, dengan beberapa pemain baru bergabung pada hari Selasa, dan langsung dihadapkan pada pertandingan krusial melawan tuan rumah Arab Saudi pada Rabu malam (8 Oktober 2025).
"Sementara itu, kami bermain melawan Indonesia pada hari Sabtu dan mengalahkan mereka. Di sisi lain, Arab Saudi memiliki waktu istirahat enam atau tujuh hari, sedangkan kami harus menghadapi mereka hanya dua atau tiga hari setelah pertandingan kami melawan Indonesia," jelas Arnold.
Dengan hasil kualifikasi yang sudah diketahui bersama, Arab Saudi lolos langsung ke Piala Dunia 2026, sementara Irak harus berjuang melalui babak kelima dan playoff inter-konfederasi.
Pernyataan Graham Arnold membuka mata publik tentang realitas pahit di balik gemerlapnya Kualifikasi Piala Dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








