Real Madrid Berpotensi Akhiri Musim Tanpa Gelar, Akankah Berdampak Pada Posisi Alvaro Arbeloa?

AKURAT.CO, Adalah wajar posisi Alvaro Arbeloa di kursi pelatih Real Madrid menjadi sorotan selepas klub raksasa Spanyol tersebut tersingkir dari Liga Champions 2025-2026.
Bukan itu saja, sebagai eks pemain Real Madrid, Alvaro Arbeloa bahkan adalah salah satu orang yang paling tahu konsekuensi yang dihadapi pelatih menyusul kekalahan yang dialami klubnya pada Rabu (15/4/2026) tersebut.
Sudah menjadi fakta bahwa Real Madrid kalah 3-4 atas Bayern Munchen di leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Munchen, Jerman, semalam.
Kekalahan itu melengkapi kekalahan 1-2 di leg pertama ketika Los Blancos menjamu Bayern Munchen di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, pekan lalu. Total, Madrid kalah 4-6 dalam agregat kontra Munchen di Liga Champions musim ini.
Kegagalan di Liga Champions juga menyimpan potensi Madrid tanpa gelar musim ini. Mengulang musim lalu yang berakhir dengan kepergian Carlo Ancelotti dari jabatan entrenador.
Arbeloa sendiri masuk menggantikan eks rekan setimnya, Xabi Alonso, yang dipecat selepas Madrid dikalahkan Barcelona di final Piala Super Spanyol, Januari silam. Tampaknya Arbeloa belum bisa memperbaiki situasi pasca peninggalan Alonso.
Adapun Arbeloa mengaku tak mencemaskan kedudukannya saat ini. Pelatih berkebangsaan Spanyol berusia 43 tahun tersebut menegaskan bahwa keputusan soal jabatannya sepenuhnya hak klub.
“Saya akan menghormati keputusan klub. Tetapi saya tidak memikirkan soal itu. Ini adalah keputusan klub,” kata Arbeloa sebagaimana dipetik dari BBC.
“Saya adalah orangnya klub dan semua yang saya inginkan untuk Madrid adalah menang, siapapun pelatihnya.”
Kini tersisa tujuh pertandingan lagi untuk dimainkan Madrid di La Liga Spanyol 2025-2026. Madrid berada di posisi kedua klasemen dengan jarak sembilan poin dari Barcelona yang menempati posisi puncak.
Jarak sembilan poin tersebut tampaknya akan sulit untuk dikejar oleh Madrid meski secara matematis peluang masih terbuka. Belajar dari masa lalu, menyelesaikan musim tanpa gelar akan berujung pada pemecatan atau hengkang.
Manuel Pellegrini pada 2009-2010 dan Zinedine Zidane pada 2020-2021 adalah dua pelatih yang pernah merasakan konsekuensi “trophyless”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai





