Malaysia Gagal di Piala AFF U-23, Ong Kim Swee Ingatkan Peningkatan Filipina dan Kamboja

AKURAT.CO, Sejalan dengan Tim Nasional Indonesia U-23 bersiap menghadapi Vietnam di final Piala AFF U-23, Malaysia tampaknya masih berkutat dengan kegagalan pasukan mereka di turnamen tersebut.
Terakhir, eks Pelatih Timnas Malaysia U-23 yang kini bekerja di Indonesia sebagai Pelatih Persik Kediri, Ong Kim Swee, bicara soal kewaspadaan negaranya terhadap meningkatnya negara-negara pesaing di Asia Tenggara.
Ong Kim Swee menyoroti negara seperti Filipina dan Kamboja yang selama ini dikenal berada di bawah Malaysia. Di Piala AFF U-23 tahun ini, Malaysia bahkan kalah 0-2 atas Filipina pada pertandingan pertama.
Baca Juga: Indonesia vs Malaysia: Imbang tanpa Gol di GBK, Garuda Muda Melaju ke Semifinal Piala AFF U-23
“Saya pernah katakan jangan pandang rendah Filipina, Myanmar, Kamboja, dan Laos. Lihatlah dalam beberapa tahun ini apa yang sudah terjadi,” kata Ong Kim Swee sebagaimana dipetik dari Berita Harian.
“Sudah berapa kali kita kalah dengan Filipina? Ini bukan ingin menunjuk jari (mencari kesalahan) tetapi kita harus tahu bagaimana mereka bisa meningkat.”
Ong Kim Swee juga menegaskan perlunya Malaysia mengadakan kembali program Harimau Muda. Harimau Muda adalah program pemusatan pemain muda untuk Timnas Malaysia U-23 yang berlangsung pada 2007-2015.
Baca Juga: Piala AFF U-23: FAM Perkarakan Dugaan Suporter Indonesia Lecehkan Bendera Malaysia di GBK
Dalam program ini Harimau Muda sempat berkompetisi di liga kasta kedua Slovakia dan sukses meraih medali emas SEA Games 2009 dan 2011. Ong Kim Swee sendiri adalah pelatih Timnas Malaysia U-23 yang memenangi SEA Games 2011.
Perlunya program Harimau Muda, kata Ong Kim Swee, karena Malaysia saat ini tidak memiliki program pembinaan yang mumpuni di klub. Hanya Johor Darul Ta’zim (JDT) dan Selangor FC yang memiliki akademi.
Pada saat yang sama, Malaysia menghapus kompetisi kasta kedua mereka, Malaysia Premier League, yang pernah menjadi ajang bagi pemain muda untuk mendapatkan menit bermain.
“Bukan saya mau mengekor JDT, tapi JDT menjalankan program yang benar dan Selangor juga punya (program pembinaan). Tetapi negara bagian lain? Tak kelihatan,” kata Ong Kim Swee.
“Kita mau tunggu sampai kapan? Sekarang kalah dengan Filipina, tak mustahil selepas ini kalah dengan Kamboja dan Laos. Jangan sampai kalah dengan Brunei.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







